Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
NIGHTMARE

NIGHTMARE

Jadi anggap saja dia juga salah satu orang bodoh karena nekat keluar rumah disaat sekarang ini. Memutuskan keluar dari mobil sambil memasukan kedua tangannya kedalam mantel coklat yang ia pakai. Lalu membuka kap mobil guna memperbaiki kabel mana yang putus tetapi masih tidak berhasil. Angin berhembus begitu kencang membawa butiran salju hingga berhasil membuat kakinya kebas karena kedinginan. "Bagaimana ini..." Lirihnya begitu frustasi.
9.92.9K viewsOngoingAdded to Library 93 Times as out of order
Read
+Library
(Not) One Night

(Not) One Night

Dia lalu menatap Alan lagi yang terlihat sangat frustrasi sekarang. "Ada masalah lain, Alan? Bagiku, kita bisa tetap merahasiakan ini. Tak akan ada-" "Masalahnya aku sudah menidurinya semalam, Karina. Dan aku baru ingat kalau semalam aku tidak memakai pengaman." Alan berkata dengan menggebu-gebu. Dia terlihat sangat kesal, bersalah, sekaligus menyesal sekarang. "KAU GILA?!" teriakan Karina pun terdengar menggema di dalam kamar Alan yang luas. Dan ya, Alan akui mungkin dia memang sudah gila sekarang.
1.6K viewsCompletedAdded to Library 49 Times as out of order
Read
+Library
Nightmare

Nightmare

KAU HARUS MATI. Seisi ruangan semakin ramai. Terdengar bisikan-bisikan yang mempertanyakan pelaku teror yang kualami. Tak ingin semakin memperunyam keadaan, Satria akhirnya meremas kertas itu kuat dan membuangnya begitu saja. Dia bergegas berlari keluar kelas entah hendak pergi kemana. Aku membatin seorang diri, mulai detik ini hidupku berantakan. Mimpi buruk kembali menghantuiku lagi, bahkan lebih dari sekedar mimpi buruk.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as out of order
Read
+Library
Turn Back Time

Turn Back Time

Entah cukup atau tidak untuk membayar rasa bersalahnya kepada Irina selama ini. Beberapa menit kemudian setelah selesai mengobrol dengan dokter Oriche, Tristan mengulurkan tangannya untuk mengambil telepon seluler yang ada di sudut kanan atas meja kerjanya. Ia menekan beberapa digit nomor telepon dari sebuah restoran seafood terbaik langganan keluarganya. Memesan menu kerang saus pedas terbaik yang ada di restoran tersebut dan meminta agar segera dikirim ke rumahnya tepat jam sembilan nanti.
103.9K viewsOngoingAdded to Library 113 Times as out of order
Read
+Library
Dirty Office

Dirty Office

Aagghhh! ***
1034.3K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as out of order
Read
+Library
Exit

Exit

Sebenarnya aku kesal diperintah tanpa tahu alasannya, tapi mengingat April sebaik itu, juga aku tidak tahu harus melakukan apa-apa, memutuskan menurut saja. Selesai berlagak membersihkan kain bawah seragam olahraga yang terkena tumpahan tea jus di wastafel toilet. Aku beranjak mendekati pintu, menyender di daunnya, menatap April, menunggu apa yang sebenarnya yang akan gadis itu lakukan. Asli aku tidak pernah bisa masuk ke akalnya, yang dilakukan April tanpa rencana dan tidak memberi aba-aba dahulu. Susah ditebak.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as out of order
Read
+Library
Home

Home

47 Sayang: Mas, tadi pas check in kamu kan gaikut masuk. Lupa bilang kalau kartu kamar yang satunya aku titipin di resepsionis. Aku udah bilang nama kamu kok jd nanti tinggal sebut nama aja. Aku lagi mager banget turun ke bawah mas maaf ya :(( ] ["Kenapa? Istri lo nge-chat?"] "Iya," jawabnya pelan. "Gue tutup dulu ya. Makasih sudah angkat telepon dari gue."
1012.8K viewsCompletedAdded to Library 487 Times as out of order
Read
+Library
Back To Home

Back To Home

2025 “Anin, bangun Nin.” Aku membuka mata setelah Nanda mengguncang badanku pelan. “30 menitan lagi kita nyampe. Kamu mau nyegerin wajah dulu gak? Nanti kita berhenti di minimarket terdekat ya.” Aku menggumam iya dan melihat Nanda berbalik ke depan, mengatakan kalimat yang sama kepada Fatih yang memegang kemudi.
582 viewsOngoingAdded to Library 21 Times as out of order
Read
+Library
Life or Not

Life or Not

“Apa kau mabuk? Ah sudahlah.” Tidak lama kemudian pria itu menutup kembali pintu apartemennya dan Brian yang berdiri di sana seketika merasa merinding. Apa yang dia dengar ternyata tidak di dengar oleh orang lain. Brian kemudian kembali ke apartemennya dan merenungkan apa yang terjadi sebelumnya sepertinya dirinya memang mabuk karena itu dia tidak konsentrasi dan mendengar sesuatu yang jelas tidak ada. Brian yang sekarang telah duduk di sofa masih penasaran dengan apa yang terjadi dirinya seolah mempertanyakan kewarasannya. Sekarang malam semakin larut dirinya kemudian pergi ke kamarnya dan ketika dia berbaring di tempat tidurnya tiba-tiba seseorang mengirimkan pesan chat kepadanya. Dengan c
104.1K viewsCompletedAdded to Library 158 Times as out of order
Read
+Library
Betrayal

Betrayal

“Aku tadi menunggumu hingga kau bangun.” “Maaf.” Callis merasa bersalah karena mengacaukan jadwal Victor. Callis sangat tahu bahwa Victor memiliki hidup yang sangat teratur. Sudah dapat dipastikan bahwa Victor akan merasa terganggu karena jadwalnya yang berantakan pagi ini. “Tidak masalah. Aku tidak memiliki meeting penting hari ini. Jadwalku hanya memeriksa beberapa berkas yang belum sempat kuperiksa kemarin.”
106.2K viewsCompletedAdded to Library 240 Times as out of order
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status