Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pelukis Buta Milik Sang CEO

Pelukis Buta Milik Sang CEO

Rasa? Melukis dengan rasa? Zaara telah menemukan kata-kata bijak dari seniman genius berasal dari Spanyol, Pablo Picasso. Dia akan melukis dengan mengandalkan rasa. Bukan hal yang musykil Zaara mampu melakukannya, bertekad pada kemampuan diri dan percaya pada kekuasaan Allah di atas segalanya. Bukankah manusia hanya menggunakan kapasitas otak 10 %? Bagaimana dengan sisanya 90 %? Menurut apa yang Zaara dengar.
109.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 365 kali sebagai pace to pace artinya
Baca
+Pustaka
Mission of Coordinate

Mission of Coordinate

Di setiap karya terdapat suatu tombol yang jika dipencet akan memunculkan hologram dari pembuat karya yang menjelaskan mengenai tentang karya mereka. Ruang theater, musik, dan dance bersebelahan. Jika ada acara pentas besar, sekat diantara ketiga ruangan itu dapat diangkat sehingga dapat membuat panggung lebih besar dan penonton lebih banyak. Bisa dibilang ini hanya panggung prosenium dengan penonton dari segala penjuru. Ruang latihan mereka ada di balik panggung. “Biasanya di akhir tahun selalu ada pentas. Kalian bisa ikut tampil atau sekadar jadi penonton,” ujar Cassie memberi penjelasan.
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 160 kali sebagai pace to pace artinya
Baca
+Pustaka
SENTUHAN SEMALAM DENGAN ADIK MANTAN

SENTUHAN SEMALAM DENGAN ADIK MANTAN

Ucap Xavier. “Oh begitu. Silahkan cari saja.” Balas Felice mempersilahkan Xavier berjalan melewatinya. Ruangan sampel itu cukup besar namun ruangan itu dipenuhi oleh rak rak yang ukurannya cukup besar sehingga space untuk jalan cukup sempit. Felice mencoba mundur agar Xavier bisa berjalan lalu Xavier berjalan miring menghadap ke arah Felice sehingga pakaian mereka saling bersentuhan. Saat di hadapan wajah Felice, Xavier melambatkan jalannya agar bisa melihat wajah Felice dari dekat. Jantung Felice rasanya ingin meledak karena jaraknya dengan Xavier sangat dekat. Felice hanya bisa terdiam agar Xavier tidak menyadari bahwa Ia sedang grogi di hadapannya. Lalu setelah Xavier melewatinya Felice s
2.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai pace to pace artinya
Baca
+Pustaka
TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU!

TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU!

ujar Marsha lagi. Arnold menggenggam tangan istrinya, dan mereka melanjutkan berkeliling di antara lukisan-lukisan yang memukau. Keduanya lalu berhenti sejenak di sebuah ruangan yang memamerkan seri sketsa mata dan wajah karya Picasso. Arnold tersenyum, berpikir tentang betapa miripnya karya itu dengan hubungan mereka, yang mengalami banyak sudut pandang, banyak perasaan yang berlapis. "Aku rasa kita harus punya foto di sini, di depan karya seni ini. Seperti kita sudah jadi bagian dari cerita Picasso," seru Arnold semangat.
101.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai pace to pace artinya
Baca
+Pustaka
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

Asa bergetar lebih kuat. Seperti jawaban yang penuh semangat. Pelangi tertawa kecil. “Yaudah… kita lanjut…” Dan di dalam ruang yang kini tidak lagi hanya menyimpan masa lalu… sesuatu yang baru terus tumbuh. Belajar. Merasakan. Dan memahami. Bahwa menjadi sesuatu… bukan tentang seberapa cepat berubah. Namun tentang bagaimana setiap rasa… membentuk arti.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai pace to pace artinya
Baca
+Pustaka
Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel

Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel

Peter berkomentar sambil memperlambat langkahnya dengan sangat halus ketika mereka mendekati ruang target yang sudah dia tandai dalam ingatan. "Ya, setiap ruang pribadi dirancang dengan tema yang berbeda dan sangat eksklusif. Yang itu misalnya," Sandra menunjuk ke arah ruang pribadi yang dimaksud Peter dengan gesture yang anggun, "bertema Renaisans Italia dengan lukisan-lukisan klasik yang autentik dan bernilai seni tinggi." Bersambung
1046.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai pace to pace artinya
Baca
+Pustaka
Ranjang Perkawinan

Ranjang Perkawinan

"Rumah itu melambangkan ketenangan. Sebuah tempat untuk kembali ketika kita lelah menghadapi kerasnya kehidupan diluar sana." "Ternyata itu alasannya.. lalu ikan paus itu.. kenapa bisa terdampar di jalan raya?" "Bukannya kamu memberikan kesempatan untukku berimajinasi? Kamu yang memberikan space kosong disana dan aku hanya menggambar saja." "Tapi tidak mungkin tiba-tiba ikan paus ada disana, kan? Pasti ada artinya." Oh, Bening sampai memicingkan matanya. Pria ini tampak penasaran sekali.
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai pace to pace artinya
Baca
+Pustaka
Rahasia Istri Yang Disakiti

Rahasia Istri Yang Disakiti

Ia tahu, di fase ini, setiap kata adalah pijakan. Di ruang rapat lantai delapan, diskusi berlangsung lebih panas dari biasanya. Beberapa orang berbicara cepat, saling memotong, seolah waktu bisa dipaksa tunduk. Seeyana menunggu celah, lalu mengangkat tangan sedikit bukan untuk meminta izin, tapi untuk menandai kehadiran. “Kita kehilangan fokus,” katanya pelan. “Yang kita kejar bukan kecepatan, tapi akurasi.”
3.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai pace to pace artinya
Baca
+Pustaka
Pacarku Anak Teknik, Otaknya Dipake Buat Ngegombal

Pacarku Anak Teknik, Otaknya Dipake Buat Ngegombal

Gitar diletakkan di samping, dan langit mulai menampilkan gugusan bintang yang malu-malu muncul. “Kamu tahu nggak,” kata Dika pelan. “Di dunia arsitektur, kamu selalu ngomongin ruang. Ruang tamu, ruang kerja, ruang transisi. Tapi malam ini, kayaknya… kita lagi bikin ruang yang beda.” Citra menoleh. “Ruang apa?” “Ruang absurd. Tempat dua orang yang tadinya saling ganggu sekarang duduk bareng tanpa saling ingin dorong ke tangga.”
822 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai pace to pace artinya
Baca
+Pustaka
Di Ambang Gila

Di Ambang Gila

Di tangannya ada kuas, dan di depannya ada palet dengan beberapa warna primer. “Apa yang sedang kamu lakukan?” tanya Ares, mendekat dengan penuh rasa ingin tahu. Elara menjawab tanpa menoleh, fokusnya tak tergoyahkan. “Aku sedang mencoba memahami visi spasial dan koordinasi motorik halus yang diperlukan untuk menerjemahkan gambar mental ke dalam medium fisik. Ini jauh lebih menantang daripada yang diperkirakan.”
1.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai pace to pace artinya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status