Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kabut Cinta Riana

Kabut Cinta Riana

Part 4 Kenyataan pahit Mengingatmu dalam gagu Tatkala sukma terhanyut semilir alunan bayu pekat dan renta Gelebahmu menguap terbawa asa nan repas Dan kau pun membawa sauh berlabuh pada dermaga cinta sang wanita penggoda Menyuguhkanmu secawan bisa dalam rupa madu pada netra berkabut fatamorgana
3.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai pada senja yang membawamu pergi
Baca
+Pustaka
Dari Istri Terhina Menjadi Kesayangan Penguasa

Dari Istri Terhina Menjadi Kesayangan Penguasa

Ditepisnya tangan Senja dan bergegas pergi. "Ok," ucap Senja dengan senyum kecil yang sulit diartikan.
1013.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 535 kali sebagai pada senja yang membawamu pergi
Baca
+Pustaka
Salju Pertama di Incheon

Salju Pertama di Incheon

Pada senja yang membawamu pergi. Kini taman-taman menjadi kenangan. Mengulas satu per satu pertemuan. Di sebuah padang ilalang, Yang berhasil kujadikan puisi Lalu, kuhadiahkan padamu. Dan aku kembali. Ketanah-tanah yang pernah kita pijak. Bahkan, tanah-tanah yang mendekatkan kita. Hingga menjadi lekat. Sebelum akhirnya pergi jauh.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai pada senja yang membawamu pergi
Baca
+Pustaka
Delia (Gadis Pengagum Senja)

Delia (Gadis Pengagum Senja)

Guru mulai memanggil peserta no 7 untuk maju dengan percaya diri Delia membacakan bait demi bait syair yang ia buat bersama Damar berjudul senja. Senja Kau memberikan ketenangan Datangmu penuh harap Meninggalkan kesepian Ketika kau pergi, Pertemukan ku dengan malam Senja aku tak ingin sendiri Penuh asa menunggu mu datang Memandang pelik di tepi Pantai Riuh suara desir angin Menyapu keheningan
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai pada senja yang membawamu pergi
Baca
+Pustaka
Cinta yang Kau Bawa Pergi

Cinta yang Kau Bawa Pergi

Menampilkan pemandangan apik, kelap-kelip lampu yang berbaur panorama senja dengan rona jingga di langit sebelah barat. Hawa dingin menyusup, sweater warna merah jambu membalut tubuh langsing Delia. Rambutnya tetap saja dibiarkan terurai. Dia asyik berbicara dengan adiknya di bangku semen yang ada di halaman villa. Menghadap ke sebelah barat, menyaksikan rona jingga yang kian memudar di telan gelap malam. Twilight. "Mbak, kapan mau punya bayi?" Pertanyaan mendadak dari Nira yang membuat Delia melongo.
10182.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.9K kali sebagai pada senja yang membawamu pergi
Baca
+Pustaka
Ketika Segalanya Mengalir Pergi

Ketika Segalanya Mengalir Pergi

“Kalau... Kalau aku pergi menjemputmu, bersediakah kamu pulang bersamaku?” Aku tersenyum lembut. “Aku...” Beberapa suara berisik terdengar dari telepon, menenggelamkan kata “tidak bersedia”-ku. Aku berjongkok kelelahan, segala sesuatu di dunia ini benar-benar lelucon takdir. Aku tidak menyangka Samuel benar-benar datang mencari ke Vantara, ketika tiba di sini dia menggunakan gerobak sapi sederhana. Punggungnya penuh bekas cambukan yang bernanah.
4.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai pada senja yang membawamu pergi
Baca
+Pustaka
Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Ginos berbalik dan pergi. Meskipun Julian ketakutan dan menangis, Ginos juga tidak menoleh ke belakang. Dia tidak akan mengasihani Susan dan Julian yang kejam lagi! Melihat ini, Susan memeluk Julian, amarah di hatinya melonjak. Selalu begini! Setiap kali mendengar hasutan Wenny, Ginos selalu membawa mereka pergi. Meski Susan membawa Julian pergi, mereka masih datang untuk menindasnya!
17.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 619 kali sebagai pada senja yang membawamu pergi
Baca
+Pustaka
Istana Yang Ternoda

Istana Yang Ternoda

Ada rasa damai yang meresap, mengalir dari ujung jemarinya hingga ke relung jiwa. “Itu mereka,” ucapnya lirih, bibirnya melengkung dalam senyum yang dibasahi air mata. Kupu-kupu itu menari sebentar, mengitari lilin yang telah padam, lalu perlahan terbang ke langit senja, menghilang di antara cahaya keemasan dan awan tipis yang memudar. Kania menatap kepergian mereka dengan hati yang tak lagi berat. “Pulanglah, sayang Mama di sini sudah baik-baik saja.”
1017.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 570 kali sebagai pada senja yang membawamu pergi
Baca
+Pustaka
Pergilah, Temukan Dia

Pergilah, Temukan Dia

"Saat jalan-jalan nanti, ingat untuk selalu berhati-hati. Kalau ada apa-apa, segera hubungi aku. Kalau menemukan makanan, tempat, atau pemandangan bagus, jangan lupa ambil foto dan kirimkan ke aku. Kalau kamu lelah dan nggak bisa menemukan tempat singgah, langsung pulang saja. Toh, kamu sudah tahu password rumahku ...." Mendengar dia terus mengoceh panjang lebar, Jenny hanya bisa merasa tak berdaya. "Aku cuma pergi liburan, bukan menikah jauh ke luar negeri. Chacha, 'ibu peri,' bisa nggak jangan terlalu melankolis?" Beberapa kata sederhana itu langsung merusak suasana perpisahan. Chacha tidak bisa menahan diri dan menjawil bibir Jenny.
9.436.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai pada senja yang membawamu pergi
Baca
+Pustaka
Merenungi Masa Lalu di Bawah Mentari Senja

Merenungi Masa Lalu di Bawah Mentari Senja

berkali-kali. Hatinya sakit sampai mati rasa, justru tidak lagi terasa sakit. Menjelang senja, mereka tiba di depan bianglala. Petugas tersenyum kepada Vandero dan Sylvaria. "Kalian berdua sangat serasi! Katanya kalau pasangan suami istri berciuman di titik tertinggi bianglala, mereka nggak akan pernah berpisah seumur hidup!"
7.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai pada senja yang membawamu pergi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status