Yang Tak Kunjung Padam
Nawang yang masih syok hanya diam menerima semua perlakuan Hilal.
“Pegangan yang kuat,” katanya singkat. Lagi-lagi Nawang mengikuti perintah Hilal tanpa banyak protes. Motor melaju dengan kecepatan sedang—tidak seperti biasanya yang selalu mengebut.
Lima belas menit kemudian mereka tiba di area pergudangan tak jauh dari rumah Kenes. Hilal memarkir motor, membantu Nawang turun, lalu membuka pintu besi yang sudah karatan. Saat pintu dibuka, bau besi karat dan oli menguar tajam. Banyak sekali kerangka pesawat terbengkalai: deretan sayap pesawat, bilah baling-baling patah, sayap tanpa badan, roda pesawat, dan komponen aviasi lainnya yang sudah tidak terpakai.
Hot Chapters