Dok, Please Cukup!
ucap Nindy pelan, "kamu pernah capek nggak, sama semua ini?"
Malik tidak langsung menjawab, jemarinya bergerak membetulkan lipatan seprai di sisinya sendiri sebelum akhirnya menatap Nindy lurus-lurus.
"Pernah," jawab Malik, jujur tanpa berusaha menghindar sedikit pun. "Tapi yang lebih sering bikin aku capek itu bukan urusan sama nama-nama yang bermunculan belakangan ini, Nindy. Yang bikin aku capek itu perasaan nggak bisa nyelesain apa pun buat kamu, meskipun aku udah dokter, meskipun aku punya Hendra, punya koneksi ke mana-mana."