Rayuan Maut Para Tetanggaku
"Menginap? Tapi Sab, aku nggak bawa baju ganti. Aku nggak bawa persiapan apa-apa, aku hanya bawa dompet dan tas aja."
Sabrina tertawa kecil, tawa yang terdengar sangat merdu di tengah kesunyian pegunungan. Ia menarik tanganku masuk ke dalam kamar utama yang beraroma kayu cendana.
Di atas tempat tidur yang besar, sudah tertata rapi beberapa stel pakaian pria mulai dari kaos, celana training, hingga pakaian dalam yang semuanya masih baru dengan label harga yang masih menempel. Bahkan ada peralatan mandi lengkap di atas nakas.