Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri Sederhana Sang Duda

Istri Sederhana Sang Duda

Tanya Darma "Ini pasti salah Papa, Papa selalu marahi Mama, karena itu mama pergi, Aditya ingin Mama... Aditya ingin Mama, " Aditya meronta ingin bertemu dengan Alisa, seketika Darma terdiam. "Aditya melihat papa marahin mama, lalu mama menangis ketika papa sudah pergi, papa jahat, papa jahat sama mama, Aditya mau mama, " ucap anak itu meronta-ronta.
101.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai pantun duka cita
Baca
+Pustaka
SURA, PANGERAN TERBUANG

SURA, PANGERAN TERBUANG

POV : Tragedi Seratus Ribu Dunia — Kejatuhan Ye Tiansun Suara tawa Zenar memecah keheningan yang menggetarkan lapisan langit. Di antara darah emas yang berkilauan, ia melangkah perlahan mendekati Ye Nantian yang terjatuh, seolah sedang menonton ulang tragedi yang pernah ia tulis sendiri di lembar takdir. Zenar (lirih namun bergaung seperti guruh): “Ah… Ye Nantian, andai kau tahu bagaimana ayahmu menatapku saat ajal menjemputnya.”
109.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 317 kali sebagai pantun duka cita
Baca
+Pustaka
7 Sumpah

7 Sumpah

Pembalasan - 7 Sumpah - Senja di sore itu Menemani kepergianmu Saat kau ucap kata Kau tak lagi bersamaku Perih yang ku rasa Mungkin takkan pernah kau duga Cinta yang dulu ada Kini telah kau bawa Cinta jangan tinggalkan aku Karena takkan pernah ada Cinta selain dirimu Jika kau tinggalkan aku Sanggupkah diriku menghapus
9.96.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 166 kali sebagai pantun duka cita
Baca
+Pustaka
Duda Tampan Canduku

Duda Tampan Canduku

Runia mengunjungi Dika di rumah sakit, hatinya teriris melihat Dika yang tengah berbaring di atas dipan. "Maafkan aku Kak, aku hanya bisa mencintaimu lebih dari segalanya, aku pun tidak ingin kehilanganmu, aku sudah membunuh orang lain yang tidak bersalah, dan hari ini aku tersadar dendamku membawaku menuju masalah, Aku akan pergi, jaga diri Kakak, sampai kapanpun aku tetap mencintai Kakak!" ucap Runia dengan berlinangan air mata.
1013.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 346 kali sebagai pantun duka cita
Baca
+Pustaka
Not Only as Soulmates, but as Life Partners, But...

Not Only as Soulmates, but as Life Partners, But...

CTO PT Delux Power ‘’ Jangan pernah menyanjung cinta, Bila tidak mengerti maknanya cinta, Satu terindah dalam dirimu, Kini ada di jiwaku, Ku inginkan cerita cinta, Terindah bagaikan dalam dongeng, Percintaan berhujankan rindu, Asmara kita akankah lama? Dalam hatiku terhibur, Bila senyum mahalmu merebak, Rasa resah singgah, Bila terjadi perang,
5.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 185 kali sebagai pantun duka cita
Baca
+Pustaka
Cinta yang Telah Kandas

Cinta yang Telah Kandas

Meski hidup susah, bersama orang yang kucintai membuat semuanya terasa cukup. Sekarang, setelah melewati masa-masa sulit, hati seseorang telah berubah. Aku menarik napas dalam-dalam menahan rasa perih di hati. Kucoba menuliskan pesan, menghapusnya, dan menuliskannya lagi, hingga akhirnya hanya ada satu kalimat yang kukirim. [ Nathan, kita cerai saja. ] .... Nathan pulang saat senja menjelang. Sebelum dia sempat bicara, aku langsung bertanya, "Sudah melihat pesannya?"
11.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 431 kali sebagai pantun duka cita
Baca
+Pustaka
Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

Lalu tulisannya bukan Panjalu menang, tapi 👇👇 CUKUP SAMPAI DI SINI UDAH DULU YA SENJAKU TELAH PERGI USAI MAAF, CUKUP SINGGAH AKU KALAH PATAH AKU PERGI DULU RETAK DIRIKU BODOH HILANG PAMIT TERLALU TEGA GAGAL HALUS, TAPI KASAR BAIK, TAPI BURUK TULUS, TAPI MENGHANCURKAN “Semua pantas kamu rayakan. Kasih tempat sebaik mungkin, kasih perayaan seistimewa mungkin, apalagi untuk dia yang menyakiti. Bukan untuk mempertahankan kebodohan, tapi untuk melatih syukur aja, biar nggak percuma sakit hatinya.” Ayu❤Harsa❤Nyiur
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai pantun duka cita
Baca
+Pustaka
Suamiku yang Perkasa

Suamiku yang Perkasa

“Di mana kesedihan yang tersebar, Itu memenuhi laut dan memenuhi kata-kata kita. Seseorang tidak berani bertemu saat ini, Karena semuanya mengingatkan cinta!" Darryl tidak bisa menahan emosi di hatinya, saat dia melafalkan baris terakhir dan menatap Yvette dengan matanya yang basah. Puisi kedua memang ditulis sendiri oleh Darryl. Setelah mendengarkan puisi Pang Tong dan melihat betapa kurusnya Yvette, hati Darryl hancur. Dia pun terinspirasi untuk secara pribadi menulis puisi yang sama sekali baru berdasarkan emosi Pang Tong dan dirinya sendiri.
8.57.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 216.0K kali sebagai pantun duka cita
Tampilkan Ulasan (2480)
Baca
+Pustaka
Natalie
Kok bisa yang istri2 Darryl setiap melahirkan bukanlah anak biologis Darryl dan selalu anak dari orang lain. Darryl kena Karma setelah menghamili Monica dan kena Karma. Sekarang Lady Denise istri melahirkan anak hasil perzinaan dengan pelayan. Alih2 dapat hadiah istri Lord Kenny sbg permintaan maaf.
Raka Abqary
blm jg kelar 1 msalah muncul 5 mslah scra brsmaan..jdinya bingung mw di bwa kmna arah tjuan crtanya.jg daril sprtinya gk prnh fokus sma tjuannya,ap dia pelupa atau teledor?trllu asyik sma dunia sndri,shingga mudah lupa sma ap yg hrs dia lkukan sblmnya.crtanya jg trllu mmberatkn daril,gk ad hri tnang
Baca Semua Ulasan
Perempuan Berkhodam Pesinden

Perempuan Berkhodam Pesinden

Dupa wus murub, banyu sekar sampun kabubus, kembang kantil, melati lan kenanga, dados pratanda pangundang roh leluhur. Lelakon kadalu, duka kang kawiwit, mugi saged kawedhar, ing pawartos suci. Rawuhoa kanthi lirih, aja ndhadhak, aja ngagetna, kulo namung nyuwun pratanda, bilih panjenengan taksih nyimpen rasa. Rawuhono... Rawuhono..."
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai pantun duka cita
Baca
+Pustaka
Cinta Lama yang Membawa Duka

Cinta Lama yang Membawa Duka

Saat aku menemuinya di sebuah kafe, dia sedang mengelus perutnya dengan senyum lebar di wajahnya. "Aku sarankan kamu berhenti mengganggu. Pesan yang kamu kirim ke dia tadi malam sudah kulihat. Susi, hidupmu benar-benar menyedihkan, anakmu sudah tiada. Kalau aku jadi kamu, aku pasti sudah mengakhiri hidupku." "Lagi pula kamu sudah nggak muda lagi, lebih baik pergi sendiri dengan cara yang terhormat. Aku dan Jansen masih berencana untuk punya anak lagi."
7.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai pantun duka cita
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status