Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SUDAH TAK PERAWAN

SUDAH TAK PERAWAN

Joko tingkir ngombe dawet Jok dipikir marai mumet Ngopek jamur nggone mbah wage Pantang mundur terus nyambut gawe Pantang mundur terus nyambut gawe Ning purwokerto tuku ketan Iki crito anak rantauan Lombok rawit pedes tenan Golek duet kanggo masa depan Golek duet kanggo masa depan Rokok klobot ning ngisor wit mlinjo Paling abot ninggal anak bojo Tuku donat ning kalimantan Tetep smangat kanggo masa depan Tetep smangat kanggo masa depan
1094.3K viewsCompletedAdded to Library 2.7K Times as pantun duka cita
Read
+Library
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Dimana dia menangis, itulah matimu Dimana dia terbaring, kau bukan siapa-siapa Dia menangis, kau tertawa Dia menangis, kau berdusta Dia menderita, kau bahagia Dia bahagia, kau penuh cita Inilah hidup kita, hidup dia Dia hidup karena ingin hidup kita Dia makan, karena kitalah akan makan Sejak sore tadi, ibu mengerang Merasakan sakit tidak terkira Bahkan, jiwaku lemas melihatnya Aku menangis, dia tambah menangis Akhirnya aku tertawa, dia tersenyum Bahagiaku, ternyata bahagianya Aku tidak menyangka, mataku untuknya Betapa tidak mungkin aku menginjak Semata hidup hanya untuknya Ibuku, berjalan dari gunung satu Mengunjungi gunung selanjutnya
8.910.0K viewsCompletedAdded to Library 280 Times as pantun duka cita
Read
+Library
Wanita Lain di Dalam Rumah Tanggaku

Wanita Lain di Dalam Rumah Tanggaku

Savita yang paham lalu mengangguk. “Aku lagi berduka, Gita,” jawab Savita. Digunakannya bahasa yang tidak bisa dibantah. "Aku nggak bisa ke mana-mana. kamu kan tau keluargaku lagi kena musibah apa." “Oh iya.” Suara Gita kecewa. “Iya, Mbak. Aku ngerti. Maaf ya, Mbak. Aku lupa. Aku turut berduka cita atas meninggalnya Mama Citra.”
102.1K viewsCompletedAdded to Library 85 Times as pantun duka cita
Read
+Library
Cinta Sang Duda

Cinta Sang Duda

"Apanya yang beda? Karena harta?" Kanaya menganggukkan kepalanya. Kanaya selesai mencuci wajahnya lalu diberikan handuk yang lain oleh Athalla. "Nggak ada yang abadi, Ay. Ini cuman titipan. Mau banggain apa dari uang? Kalau Tuhan marah karena kesombongan kita. Otomatis semuanya ini bakalan habis. Yang penting aku sudah punya rumah, nikahi kamu, ahagiain kamu. Itu sudah cukup buat aku."
2.6K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as pantun duka cita
Read
+Library
Cinta Sang Preman

Cinta Sang Preman

Bahtera di dada harapan Saat hiruk pikuk merengkuhku di belantara Kita hanya sebatas rasa yang tak pernah di anggap ada Mungkinkah gugup tak berdaya menjadikan gigil terbalut kasihmu nan manja Di ranting-ranting cemara kering, se ekor burung camar bertengger tuk nikmati pawana Ia tahu ranting itu rapuh merana Bergeser tubuh untuk menarikan cinta Pada kenikmatan senja Dawainya mata Camar kepakan ekor dan sayap Selalu menarik pasangan lelap Menata akan suatu harap Namun ia bentuk elegi buana sebagai sajian tarian kirap Sampai tariannya sering ancap Kerap ia menerjang hilap Sebagai karunia kasihnya membulat genap Berangan gerak riang penuh harap
104.3K viewsOngoingAdded to Library 111 Times as pantun duka cita
Read
+Library
Ujung Senja

Ujung Senja

“Kemana perginya hati. Kemana hilangnya rasa. Engkau kan menghilang diri, Sayang, untuk insan yang kau puja. Kutakkan berkecil hati. Kutakkan rasa kecewa. Walaupun perih pilu di hati. Kau kuiring senyum mesra. Ingatlah, kau, duhai Jelita, hati ini untukmu saja. Dhai kasih, sanjungan kalbu, engkau pergi tanpa relaku. Hatiku kau curi kini, kau bawa pergi bersama. Kering kini taman sanubari, tiada lagi senyum indah.”
108.5K viewsCompletedAdded to Library 330 Times as pantun duka cita
Read
+Library
Sebatas PERMAINAN Pacarku

Sebatas PERMAINAN Pacarku

#Sebatas_PERMAINAN_Pacarku 57. Duka "Seburuk apapun kamu, kau akan terlihat sempurna di mata kekasihmu. Sekejam apapun sifatmu, kau akan selalu di hati kekasihmu. Bukankah cinta membutakan?" _Aku yang Berduka_ ***
1021.8K viewsCompletedAdded to Library 808 Times as pantun duka cita
Show Reviews (110)
Read
+Library
Kyna
Seperti biasa ya, update 2 bab sehari. Kalau author lagi semangat ada 1 bab bonus up lagi seperti kemarin malam. Jangan lupa review juga ya, sebab itu akan memicu semangat saya juga. Terima kasih yang sudah mampir:)
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
Qolbu Quddus

Qolbu Quddus

Di napas yang tersisa Sayup terucap doa 'Ku takkan hidup selamanya Namun tak pernah siap berpisah Lekas pulih…. Lekas pulih…. Lekas pulih…. Kita…. Lekas pulih…. Lekas pulih…. Lekas pulih…. Kita…. Lekas pulih…. Lekas pulih…. Lekas pulih…. Kita…. Kita…. Kita….
106.8K viewsOngoingAdded to Library 232 Times as pantun duka cita
Read
+Library
DENDAM HATI YANG TERLUKA

DENDAM HATI YANG TERLUKA

“Pekerjaan? Nyatanya setelah tiga bulan kamu dipecat, puluhan kali melamar kerja, sampai sekarang gak dapat, kan? Aku malu punya pacar yang miskin dan pengangguran kayak kamu! Dan sekarang aku lagi enggak mau untuk pacaran, aku mau fokus sama karrir dan kerjaan aku! balas May pongah sebelum meninggalkan Sada yang hanya terdiam. Hatinya hancur berkeping-keping karena wanita yang hendak dinikahi itu meninggalkannya. Sada pulang kerumahnya dengan hati yang hancur berkeping-keping, dan luka yang menggores di hatinya,Tak kuasa Sada membendung air mata yang mengalir di pipinya, seakan akan air mata itu jatuh seirama dengan hujan malam ini yang membasahi bumi. ***
107.5K viewsOngoingAdded to Library 157 Times as pantun duka cita
Read
+Library
Terjebak Trauma Sang Duda

Terjebak Trauma Sang Duda

Rambutnya berkibar dengan netra memerah, mungkin karena tak berkedip, berusaha melawan tiupan angin sore ini. "Amarah sehebat apa yang pernah manusia rasakan sehingga ingin membunuh dirinya sendiri dari kehidupan?" Sorotnya teduh, berusaha memayungi panas dadaku yang bercampur sakit. Baeck menggeleng ketika napas ini mulai naik turun karena menahan sesak. "Hidup ini terlalu indah untuk diakhiri dengan kedukaan, katanya." "Lantas, bahagia seperti apa yang mampu manusia tunjukkan sehingga manusia lainnya percaya bahwa hidup di dunia ini tak hanya berisi duka dan kejahatan?" Suaraku mulai sengau karena dinginnya udara sore ini.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 80 Times as pantun duka cita
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status