Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kembalinya Putri Yang Telah Mati

Kembalinya Putri Yang Telah Mati

Dia pikir keluarganya sudah menganggapnya benar-benar mati. Untuk sesaat, perasaannya campur aduk. Dia tidak begitu memerhatikan Tuan Bhadrawira. Sebaliknya, dia malah agak melamun. "Kamu tahu apa yang terjadi dengan kembaranmu?" Tuan Bhadrawira masih memancing. Dia tidak membiarkan Durga merasa nyaman. Durga hanya memandangnya tanpa berkedip sebagai jawaban. Tuan Bhadrawira tertawa seperti orang gila. "Dia mati! Dia mati di dalam kolam penuh air! Dia mati tenggelam!"
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai pantun gombalan maut
Baca
+Pustaka
Hari Pamermu, Hari Kematianku

Hari Pamermu, Hari Kematianku

] [Aku akan jemput kamu pulang. Air mata mengalir di wajahku, aku berkata dengan suara yang tercekat, "Andre, aku berada di dekat jembatan. Aku sudah mati dan nggak bisa pulang." Sayang sekali Andre tidak bisa mendengar suaraku. Andre tidak mendapatkan balasan dariku, jadi dia menyuruh seseorang mencari tahu keberadaanku. Aku merasa sedikit gugup.
5.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 210 kali sebagai pantun gombalan maut
Baca
+Pustaka
Cintaku T'lah Mati

Cintaku T'lah Mati

"Saat dia tahu dirinya divonis sakit parah dan harus menanggung semuanya sendirian ... apa yang kamu lakukan?" Mendengar ucapannya, kenangan-kenangan itu kembali menghantamku. Saat Karen tiba-tiba pingsan di hadapanku, tiba-tiba mimisan, tiba-tiba berkata bahwa dia akan mati. Aku menggeleng, mencoba mengusir rasa panik yang kembali menguar dalam hatiku. "Kamu selalu merasa lebih tinggi dari siapa pun, semua orang harus menurut padamu! Tapi Karen ... apa salahnya?"
10.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 216 kali sebagai pantun gombalan maut
Baca
+Pustaka
SUAMIKU MATI DI TANGANKU

SUAMIKU MATI DI TANGANKU

Gerakannya tak terkendali, membuat ban kecil yang menjadi tumpuan kami ini menjadi oleng. “Rinda tenang! Kamu harus bisa menguasai diri. Ingat kuburan-kuburan itu, kamu mau berakhir seperti itu?” Suaraku meninggi, kesal pada Rinda yang tak punya semangat juang. Dia diam, bergetar menahan tangis dan rasa gamang pada air yang semakin dalam.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai pantun gombalan maut
Baca
+Pustaka
Hati yang Remuk dan Mati

Hati yang Remuk dan Mati

Setengah jam kemudian, ayah dan ibu Sheila tiba di rumah sakit dengan putus asa, dan mengeluarkan berita kematian kepada publik. [Berita kematian: dengan kesedihan yang mendalam kami umumkan, putri tercinta kami, Sheila Gunawan, telah meninggal dunia pada tanggal 20 Desember 2024 pukul 20:07 akibat kecelakaan mobil yang tidak dapat diselamatkan, tutup usia pada usia 27 tahun.] [Dia adalah orang yang penuh kasih sayang, baik hati, dan mencintai kehidupan. Tawa dan cintanya akan selalu tertanam dalam hati kami.]
36.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 939 kali sebagai pantun gombalan maut
Baca
+Pustaka
Pendekar Sinting dari Laut Selatan

Pendekar Sinting dari Laut Selatan

Kemudian terdengar suara lain memberi dukungan. "Gusti ayu.yang dikatakan kakang Kalebu saya rasa benar adanya. Kita tidak perlu membuat lenyap diri kita hingga tidak terlihat. Lagi pula apa yang kita takutkan. Kami bertiga yaitu Kalebu, Kalametu dan Kajero dikenal dengan julukan Tiga Pembawa Maut. Selama hidup tidak ada yang ditakuti. Sedangkan Yang Mulia Gusti Ayu bukan gadis sembarangan. Apalagi saat ini Gusti Ayu membekal tongkat keramat Geger Gaib. Dengan tongkat itu apa lagi yang perlu ditakutkan?!"
98.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 265 kali sebagai pantun gombalan maut
Baca
+Pustaka
Mati Untuk Hidup

Mati Untuk Hidup

Anakku berpesta semalaman di bar, mabuk-mabukan sambil mengeluh kepada temannya, "Ibuku itu maunya mengatur seluruh hidupku. Aku malah pengen jauh-jauh darinya." Mertuaku mengobrol dengan tetangga, "Seharian dia nggak melakukan apa-apa, cuma tahu makan saja. Aku menyesal punya menantu kayak dia!" Aku sudah tidak bisa membantah mereka lagi. Kali ini, akhirnya mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. …. Pada hari aku meninggal di rumah sakit karena kanker, jiwaku melayang di atas kota.
7.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 284 kali sebagai pantun gombalan maut
Baca
+Pustaka
Jabakan Maut Sahabatku

Jabakan Maut Sahabatku

Lina sudah siap menekan tombol panggil di ponselnya. Wajah pria yang merupakan ketua geng itu langsung memuram dan marah. Dia memaki dengan kata-kata kasar dan hinaan cabul, sambil mengancam Lina agar meletakkan ponselnya. “Aku hitung sampai tiga. Kalau kalian nggak berhenti, aku akan tekan tombolnya. Pintunya juga sudah terbuka sekarang, kalau aku teriak sekuat tenaga pasti akan ada yang dengar. Kalau nggak percaya, silakan coba saja. Kalian nggak akan bisa lari lagi nantinya.”
3.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai pantun gombalan maut
Baca
+Pustaka
Abang Ojek VS Ibu Polwan

Abang Ojek VS Ibu Polwan

“Eleh-eleh! Resek banget sih kuntilanak ini!” Mungkin, akibat rasa jengkelnya pada Olive itu, mendadak saja Hekal menemukan kata-kata untuk membalas pantunnya. Maka cepat jarinya mengetik balasan untuk Olive, dan langsung mengirimkannya. Yup, ini adalah pantun yang pasti akan membuat Olive melongo. Bagaimana bunyinya? Begini.., ******** “Menanam melinjo tumbuhnya kacang ijo — Sesama jomblo dilarang ngatain jomblo.”
9.447.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai pantun gombalan maut
Tampilkan Ulasan (18)
Baca
+Pustaka
Ayusqie
Top Five vote 5/9/2023. 1.Produksidiperta 2.Agustian 3.Edy Suparman 4.Agustian Absyari 5.Awang Mulyadi. Terima kasih kk pmbaca utk votenya. Trrima kasih jg utk kk2 yg lain, yg tdk bisa sy tulis semua namanya di sini. Licin rejeki enteng jodoh sehat selalu dan dompetnya basah terusss.. amin.
Nia Ummi Hasan
baca novel burunan cinta Bu polwan ....kek nonton film ada debar2 kejutan, disetiap episode nya... tapi ada jengkelin SM Haikal ny yg lemot raih sinyal cinta nya olive... gue keplak tu kepala biar nyangkut sinyalnya
Baca Semua Ulasan
LEAK

LEAK

TUMBAL Kutatap mega kian menghitam Kelam berbalut shyam, hening Tak kudengar lagi suara rintihan Tiada lagi suara lolongan anjing liar Hanya gelap, tak ada siapa pun Yang hitam semakin pekat Yang kelabu semakin gelap gulita Tiada warna maupun rupa, hanya akara semata Semakin hening semakin syahdu Hanya ada aku dan semilir angin Di antara gemericik rinai menimpa daun Kidung malam mengalun perlahan Paksa menyinari sosok hitam Terkubur di antara pepohonan Andam karam di gelap malam Membawa janin manusia suci
9.916.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 504 kali sebagai pantun gombalan maut
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status