Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
TULPA

TULPA

Karenanya dia memutuskan untuk turun tangan membantu Kelam. "Pergi, biar gue yang tangani Sang Maut," ucapnya datar. Kelam mengangguk. Cowok itu menerima uluran tangan Kelabu. Untuk sesaat dia membiarkan Kelabu memberikan kecupan singkat di dahi Kejora. Setelah dirasa cukup dia bergegas berjalan tertatih-tatih menuju ke gerbang dunia. Sedangkan Kelambu berdiri gagah di hadapan Sang Maut. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, Kelabu hanyalah makhluk buatan tidak ada emosi takut di wajahnya. Hanya ekspresi datar yang berhasil membuat Sang Maut murka. Sedangkan Sang Imaji yang baru menyadari makhluk ciptaannya membantu permainannya terkejut. Dengan segera dia pergi sebelum Sang Maut mengamuk juga
106.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 232 kali sebagai pantun gombalan maut
Baca
+Pustaka
My Husband's Secret

My Husband's Secret

Buat apa kamu berusaha menggombal hanya untuk menarik perhatianku? Tapi sejujurnya, aku pengin mati dengerin gombalan kamu, Mas. Iya, rasanya lemes. Gombalanmu memang terdengar aneh, tapi itu bisa bikin dopaminku meningkat. Suamiku ternyata bisa ngegombalin istrinya meskipun di situasi yang tidak tepat. Ngomong-ngomong, aku masih penasaran dengan kisah pingsan Mas Gala. Apa aku cari tahu soal itu? ***
1022.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 678 kali sebagai pantun gombalan maut
Baca
+Pustaka
Bisikan Tengah Malam

Bisikan Tengah Malam

"Saya tahu hal itu dari Gayatri, karena dulu dia sering membeli kembang ke sini. Tempat jualan bunga tabur ini sudah berpuluh-puluh tahun, dan Gayatri adalah langganan pembeli bunga melati. Sama seperti saya suka makan melati, cuma sayangnya Gayatri cepat mati. Mungkin sedih karena kematian dua anaknya..." "Anaknya mati semua itu kenapa Mbah?" "Katanya sakit, lalu pas naik kendaraan malah oleng, kecelakaan. Tapi ada juga yang bilang itu ulah Muntarso..." "Sejahat itukah Muntarso?"
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai pantun gombalan maut
Baca
+Pustaka
Kamu Hanya Beban, Mati Saja

Kamu Hanya Beban, Mati Saja

“Panggilan kesembilan, aku baru saja diusir dari rumah bos yang ayahku layani seumur hidupnya, saat aku mohon uang tebusan. Kamu tolak panggilan itu.” “Panggilan kedua puluh dua, aku dikejar rentenir sampai ke jalan buntu di tengah hujan deras. HP-mu mati.” “Dan panggilan terakhir, terjadi tepat setelah aku terima balasan darimu, ‘Kamu cuma beban. Pergi mati saja.’” Aku tarik napas panjang, kenangan yang selama ini terkunci sekarang banjiri pikiranku.
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai pantun gombalan maut
Baca
+Pustaka
Belahan Jiwa

Belahan Jiwa

Tiupan angin kencangnya sanggup menghempaskan tubuh semua monster dan siluman di dalam hutan. Tidak ada yang berani menghentikan para penguasa kegelapan yang tengah bertarung. Hujan turun bersamaan dengan suara petir yang menyambar di atas langit yang gelap. Tubuh besar kedua iblis itu sama-sama terhempas dan salah satu sayap Zeus tidak terasa. Darius mengerang ketika tanduknya juga patah sebelah. "Kau masih bersikap begitu serakah. Apakah kehancuran keluargamu masih belum cukup untuk memberimu efek jera, Darius?"
1092.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai pantun gombalan maut
Baca
+Pustaka
Jangan Panggil Aku Gembul

Jangan Panggil Aku Gembul

ucapnya. Tapi Kinan terlihat bingung. "Elo ngomong ma gue?"tanyanya. "Hadeh, ya iyalah gembul. Emang ada siapa lagi yang badannya melebihi gajah disini, ha...ha...ha..., ujarnya diikuti teman yang lain. Sepertinya mereka 1 geng. "Minggir, gak!! Elo sadar gak seh elo daritadi ngalangin gue tau!!" Bentaknya kepada Kinan.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai pantun gombalan maut
Baca
+Pustaka
Belahan Jiwa

Belahan Jiwa

Khawatir sesuatu yang buruk akan terjadi. "Ah!" jeritan para wanita terdengar ribut. Ular milik Tuan Muda Ziyo, keluar dari kandangnya. Ular yang kelaparan, mencoba mencari mangsa. Mereka berlarian menghindarinya. Pak Bani hanya menggeleng pelan, Tuan Muda Ziyo menitipkan ularnya hanya sebentar. Namun, matahari hampir tenggelam pun, Tuan Muda Ziyo belum menampakan batang hidungnya.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai pantun gombalan maut
Baca
+Pustaka
Love of My Life

Love of My Life

gerutu Pandan sebel. "Bejalan hendak menepi. Supayo idak tepijak kanti. Becakap piaro lidah. Supayo kanti idak meludah." Pandan terdiam. Soalnya ia sama sekali tidak tahu apa arti kata-kata si Mahater ini. Dia yang dari lahir dan besar di ibukota seperti ini, manalah ia mengerti bahasa daerah Jambi. Lain kalau tadi ibunya yang diberi jawaban berpantun seperti ini. Pasti bisa langsung dibales dengan sama merdunya oleh ibunya. Lah dia ini kan tahu pantun cuma dari acaranya almarhum Olga dan Kang Opick doang. Paling pantun yang melekat di kepalanya itu adalah kata-kata; masak aer biar mateng. Dan dijawab audiens dengan kata; cakeppp. Dah itu aja.
9.921.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 821 kali sebagai pantun gombalan maut
Baca
+Pustaka
Kubalas Kesombongan Selingkuhanmu Lunas

Kubalas Kesombongan Selingkuhanmu Lunas

Kubuat Kau Dan Selingkuhanmu Menyesal Part 08: Panggilan Nomor Baru Pikiran Meli nanar, hatinya nelangsa. Matanya berembun membuat pandangannya tidak jelas. 'Lebih baik aku mati daripada menanggung malu di dunia ini. Tidak ada lagi gunanya aku hidup,' ucapnya dalam hati. Meli menginjak tuas gas semakin kuat. Dia menyetir mobil dengan kecepatan seratus KM per jam.
1021.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 457 kali sebagai pantun gombalan maut
Baca
+Pustaka
Pendekar Romantis

Pendekar Romantis

Prabu Malaki kini berdiri tenang sambil memandang benteng yang kini tak terawat dan dibiarkan penuh semak belukar. Dia kini berdiri di tengah-tengahnya, di mana terdapat pasir rata dan tak rerumputan yang yang tumbuh. Saat itulah dia tertegun menatap sebuah kuburan yang bernisan batu, dimana tertulis di batu itu kalau yang meninggal itu adalah Panji Anom atau Si Gila. Dengan langkah perlahan Prabu Malaki mendekati nisan itu, lalu dia memejamkan mata, teringat pengalamannya dengan mantan mertuanya ini.
10134.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.4K kali sebagai pantun gombalan maut
Tampilkan Ulasan (22)
Baca
+Pustaka
KSATRIA PENGEMBARA
Numpang promo y kk LEGENDA RAJA PENDEKAR Kisah perjalanan seorang pendekar muda bernama Jiu Long, hingga mencapai tingkat derajat tertinggi di dunia kependekaran saat itu. Menjadi orang nomor 1 di dunia persilatan dan mendapat julukan sebagai RAJA PENDEKAR. Jangan lupa mampir ya. Terima kasih...
Embunayu
Kak author yang baik. ijin promosi novel pertama saya ya Judul: Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api cerita: Perjalanan mencari jati diri Pangeran Karna setelah diusir karena dia adalah Sampah. Dibantu leluhur dan Dewa Perang dirinya menemukan inti jiwanya dan menjadi pewaris terkuat
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status