Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU!

TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU!

Marsha hanya bisa tertawa dan menggeleng. “Kamu nggak pernah kehabisan gombalan ya?” “Gombalan cuma cara untuk bilang aku cinta kamu dengan cara beda,” jawab Arnold dengan nada tulus. Setelah makan malam usai, mereka kembali ke hotel dengan perasaan hangat. Saat masuk ke kamar, suasana tenang langsung menyelimuti. Lampu kamar dibiarkan redup. Tirai jendela dibuka, memperlihatkan cahaya kota dari kejauhan.
10980 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai pantun gombalan maut
Baca
+Pustaka
KEMBALINYA SANG RATU

KEMBALINYA SANG RATU

Kabanti: Nyanyian Jiwa dalam Gerakan Dalam setiap latihan, La Ode Rafi melantunkan bait-bait Kabanti, syair tradisional Buton yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Suaranya menggema, menyatu dengan irama langkah dan hentakan kaki para penari. "Ingatlah selalu akan kematian,Jauhi api neraka yang membara,Belajarlah tanpa henti,Percayalah pada hari pembalasan."
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai pantun gombalan maut
Baca
+Pustaka
Dalang Dibalik Kematian Kakakku

Dalang Dibalik Kematian Kakakku

Mobil itu melaju hingga melewati panti pertama yang hanya terlihat satu lampu menyala. "Tante," lirihnya lagi. "Aku belum siap mati." "Apa maksud kamu?" Semua tercengang atas ucapan anak itu. "Jelaskan ke kami, ada apa sebenarnya? Kenapa sejak kamu keluar dari pintu gerbang kamu terlihat histeris seperti ini?" Wajah Edo memucat. "K-karena, siapa yang meninggalkan panti, pasti akan mati."
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai pantun gombalan maut
Baca
+Pustaka
Penyesalan Ibu setelah Aku Mati

Penyesalan Ibu setelah Aku Mati

Kapten Jamal menatapnya dengan penuh simpati dan menyahut, “Bu Sanny, orang yang sudah meninggal nggak bisa hidup kembali. Turut berdukacita.” Ibu langsung berlari ke ruang mayat seperti sudah gila, tetapi malah menabrak Justin yang kebetulan baru datang. Justin pun mengeluh, “Ah! Ibu, apaan sih! Kamu sudah menabrakku!” Ibu seolah-olah tidak mendengar seruan Justin. Dia langsung membuka kain putih yang menutupi mayatku dan menatapnya serta tanda lahir yang familier itu sambil melongo. Kemudian, dia jatuh terduduk di lantai dan tidak berhenti bergumam, “Kenapa ... jadi begini ....”
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai pantun gombalan maut
Baca
+Pustaka
Seumur Hidup Terlalu Lama

Seumur Hidup Terlalu Lama

cecar Uma lagi. “Kapan ya…” Genta pura-pura berpikir. “Aku lupa sejak kapan. Aku bahkan sudah lupa bagaimana rasanya tidak mencintaimu karena rasa cinta itu sudah terlalu lama menetap di hatiku," imbuhnya puitis. “Gombal, ih!” Uma pura-pura mencibir, padahal hatinya berbunga-bunga. “Kok gombal sih? Cintaku padamu itu seperti senja yang menunggu malam—akan dan selalu kutunggu hingga saat itu tiba.”
1021.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 801 kali sebagai pantun gombalan maut
Baca
+Pustaka
PEMBALASAN DENDAM SANG DEWA DARI JURANG NAGA HITAM

PEMBALASAN DENDAM SANG DEWA DARI JURANG NAGA HITAM

Bab 65: Jalan Kematian Gerbang keempat berdiri dalam keheningan yang mematikan, menjulang tinggi di antara kabut abu dan langit kelam. Tak seperti gerbang-gerbang sebelumnya yang menyambut atau memperdaya dengan cahaya dan ilusi, gerbang ini seperti mulut kematian itu sendiri—ditatah dengan ukiran tulang-belulang yang menyatu dengan daging kering, serta simbol-simbol kematian dari era kuno yang telah lama hilang dari dunia manusia.
107.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 270 kali sebagai pantun gombalan maut
Baca
+Pustaka
Pembalasan Untuk Suami Mati Palsu

Pembalasan Untuk Suami Mati Palsu

Sosoknya yang dulu penuh wibawa kini tampak biasa saja. Di samping Kevin, pembantu bernama Liana terlihat penuh keluhan. Sementara Tama dan Rian terus berusaha menenangkannya. Benar-benar sandiwara kebangkitan dari kematian. Sepertinya mereka gagal pergi ke luar negeri dan terpaksa pulang dengan wajah tertunduk. Aku menarik napas dalam-dalam lalu melangkah maju dan membuka mulut dengan nada dingin.
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai pantun gombalan maut
Baca
+Pustaka
Cinta di Gerbang Kematian

Cinta di Gerbang Kematian

“Iya, Sayang. Maafkan Papa, kamu adalah satu-satunya penyemangat hidup Papa, kamu harus bahagia! Temukan seseorang yang bisa membahagiakan kamu sebelum Papa tiada!” Ucapan Farhan membuat Feli gemetar, entah mengapa ucapan Papanya seolah ia akan pergi meninggalkan Feli. Walaupun Feli sudah mengetahui peristiwa kematian Papanya, namun Feli tetap takut dengan perilaku Farhan yang seperti ini. “Papa ngomong apa sih, aku belum genap tujuh belas tahun. Dan Papa akan berumur panjang, jangan berbicara yang aneh-aneh, Pa!” jawab Feli.
758 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai pantun gombalan maut
Baca
+Pustaka
Air Mata di Antara Bunga

Air Mata di Antara Bunga

Dia melunasi semua hutang keluargaku, mengurus pemakaman ayahku, menarikku keluar dari abu kehidupan yang nyaris membakarku habis. Tiga tahun penuh, dia selalu mendampingiku. Selalu ada. Aku sempat percaya… mungkin inilah bentuk penyelamatan yang selama ini kutunggu. Namun, tepat di malam sebelum pernikahan, tanpa sengaja aku mendengar percakapan Rangga dengan sahabatnya... “Kamu serius mau nikah sama Vanya? Nggak takut, suatu hari dia tahu… kalau kematian ayahnya dan bangkrutnya bisnis Keluarga Devara itu ulahmu?”
28.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 591 kali sebagai pantun gombalan maut
Baca
+Pustaka
Setelah Mati Pun Aku Masih Nomor Dua

Setelah Mati Pun Aku Masih Nomor Dua

Simon yang tadinya masih linglung, langsung rileks mendengar kata-kata Bibi Rina. Dia tersenyum sinis, “Apakah menyenangkan dia selalu berakting, kalau mau mengarang kebohongan yang masuk akal sedikit, suruh dia cari tahu apakah ada kasus kematian akibat donor sumsum tulang.” Bibi Rina tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. Dia hanya mengulang, “Kasihan, dia meninggal di dalam rumah selama berhari-hari sebelum ditemukan...”
17.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 410 kali sebagai pantun gombalan maut
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status