Air Mata di Antara Bunga
Dia melunasi semua hutang keluargaku, mengurus pemakaman ayahku, menarikku keluar dari abu kehidupan yang nyaris membakarku habis.
Tiga tahun penuh, dia selalu mendampingiku. Selalu ada.
Aku sempat percaya… mungkin inilah bentuk penyelamatan yang selama ini kutunggu.
Namun, tepat di malam sebelum pernikahan, tanpa sengaja aku mendengar percakapan Rangga dengan sahabatnya...
“Kamu serius mau nikah sama Vanya? Nggak takut, suatu hari dia tahu… kalau kematian ayahnya dan bangkrutnya bisnis Keluarga Devara itu ulahmu?”