Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Tunduklah, Tuan Iblis! Istri Bisumu Adalah Tabib Dewa

Tunduklah, Tuan Iblis! Istri Bisumu Adalah Tabib Dewa

​Pantulan energi maut itu melesat tanpa wujud, menyambar layaknya kilat yang tak kasatmata. Di detik Prana Penghancur Besi yang telah dilipatgandakan itu menabrak kembali ke titik asalnya, sebuah jeritan melengking yang teramat mengerikan merobek udara Pendopo Ageng. ​KRAAAK!
102.0K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as pantun gombalan maut
Read
+Library
Belahan Jiwa

Belahan Jiwa

Benar saja, dua bungkus makanan sudah berada di tangan Dayat. “Terima kasih,” ucapku sambil tersenyum membalas kebaikan Dayat. “Nah, gitu dong. Kalau senyum cantiknya nambah.” Gombalannya seketika membuatku salah tingkah. Hal itu dilihat oleh ibu, hingga kudengar suara ibu terkekeh.. “Gombal,” jawabku sambil mulai membuka bungkusan nasi tersebut. Dayat mengacak rambut depanku membuat sedikit merasa kesal. Sementara itu ibu hanya tersenyum melihat kelakuan anaknya dan Dayat.
103.3K viewsOngoingAdded to Library 123 Times as pantun gombalan maut
Read
+Library
JERITAN MALAM PENGANTIN

JERITAN MALAM PENGANTIN

maki Intan. "Cangkemu kui lho dijogo!" omel Irma ke Intan. (Mulutmu itu lho dijaga!) Sayup-sayup suara gamelan jawa terdengar terbawa angin. Senandung seseorang menyayikan lagu jawa tentang kematian, dan semerbak wangi kembang melati. "Apa lagi ini?" gumamku. "Tolong ... tolong ... tolong ...," teriak makhluk tanpa wujud.
1065.9K viewsCompletedAdded to Library 2.6K Times as pantun gombalan maut
Read
+Library
Kesombonganmu Kubayar Tunai

Kesombonganmu Kubayar Tunai

Beberapa lama mobil terus berguling hingga ragaku kini terasa ringan dan tidak ada rasa apapun yang tubuh ini rasakan. Ya Tuhan, apakah malaikat maut-Mu sudah datang? Namun, berbagai suara teriakan dan desing mobil masih dapat kudengar, berarti aku masih hidup. Mendadak air mataku turun deras, teringat pada calon bayi yang ada di perut. Nak, kamu baik-baik saja, kan, di dalam sana? Nak, yang kuat, ya! Maafin ibu!
1048.8K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as pantun gombalan maut
Read
+Library
Elmaut Berwajah Merah

Elmaut Berwajah Merah

“Bu Ceng Kui! Apa kau tidak menyesal jika keponakanmu tewas di tanganku? Tanya Golok maut dengan nada dingin. “Kalau dia tewas! Itu karena ketololannya sendiri, untuk apa aku peduli, tetapi bagaimana jika kau yang tewas? Tanya Bu Ceng Kui sambil tersenyum penuh ejek. Phuih! Golok maut meludah mendengar perkataan Bu Ceng Kui, darahnya meluap dan amarahnya sudah tak terbendung lagi. Sring! Sepasang golok kembar keluar dari pinggang dan berputar di kedua tangan. “Hati-hati! Jangan katakan Yi Pin menindas anak muda sepertimu,” ucap Golok maut.
1014.3K viewsOngoingAdded to Library 286 Times as pantun gombalan maut
Read
+Library
PENDEKAR MACAN TUTUL

PENDEKAR MACAN TUTUL

“Eiit!!” Panji Gat dibuat kaget dan spontan melakukan gerakan menghindar dengan sangat cepat. Ratusan tombak bermunculan dari kedua dinding lorong goa yang dilaluinya. Ujung-ujung tombak itu seperti memiliki mata, di mana pun tubuhnya bergerak, tombak-tombak itu langsung melesat keluar dan menghunjam. Andaikata Panji bukanlah orang yang berilmu sangat tinggi, bisa dipastikan tubuhnya sudah bolong-bolong oleh hunjaman mata-mata tombak itu.
8.97.1K viewsOngoingAdded to Library 263 Times as pantun gombalan maut
Read
+Library
Sampai Maut Memisahkan Cinta

Sampai Maut Memisahkan Cinta

Tak khayal ia pingsan karena menolak perpisahan. Beberapa orang membantu Tati dan memulangkan wanita paruh baya itu ke rumah. Diikuti Melati yang memang sejak tadi hanya diam tanpa suara. Murni dan Nadia terlebih dahulu menaburkan bunga di atas kuburan baru itu. Lantunan doa diiringi suara isakan mulai terdengar. Nicho duduk berlutut sambil mengusap papan nisan milik istrinya. Tertulis nama Bunga Harum yang pergi meninggalkan dunia di tepat usianya yang ke 35 tahun.
101.8K viewsCompletedAdded to Library 44 Times as pantun gombalan maut
Read
+Library
Asisten Suamiku Adalah Maut Rumah Tanggaku

Asisten Suamiku Adalah Maut Rumah Tanggaku

Entah apa yang mereka bicarakan, pertengkaran mereka semakin memanas dan keduanya melompat ke sungai. Rangga tenggelam dan meninggal. Wina ditemukan tepat waktu dan berhasil diselamatkan. Namun, kondisi mentalnya terganggu. Setiap hari dia bertingkah seperti orang tidak waras dan selalu mengatakan dirinya adalah orang kaya kepada semua orang yang ditemuinya. Kadang bahkan menunjukkan kecenderungan kekerasan. Pada akhirnya, polisi hanya bisa memasukkannya ke rumah sakit jiwa.
14.0K viewsCompletedAdded to Library 448 Times as pantun gombalan maut
Read
+Library
Tangisan Bayi Di Depan Pintu Rumahku

Tangisan Bayi Di Depan Pintu Rumahku

Murah sekali hati aku ini kalau sudah berhubungan dengan kata maut mas Gibran. Ku pukul pelan lengan kekar mas Gibran. "Sudah! Janga gombal mulu! Malu sama umur." Aku membuang waja ke samping karena malu kalau dilihat mas Gibran pipi merah ini. "Oh, ya sayang. Kamu kelihatan lemas, apa jangan-jamgan kamu sakit lagi." Mas Gibran meraba dahiku.
106.7K viewsOngoingAdded to Library 249 Times as pantun gombalan maut
Read
+Library
Setelah Mati, Aku Dijadikan Patung

Setelah Mati, Aku Dijadikan Patung

Lenny memeluk kotak abu jenazahku, berpura-pura meneteskan air mata. Aku melayang dan menendang serta meninjunya, berusaha merebut kotak itu dari tangannya. Semua ini menjijikkan. Dunia ini sungguh menjijikkan. Aku kelelahan, tergeletak di lantai. Aku hanya bisa melihat mereka memasukkan abu jenazahku ke dalam sebuah petak kecil. Di atas batu nisan berbentuk persegi panjang, ada tulisan "Putri Tercinta, Hani Lianto" dengan warna merah menyala yang terasa penuh ironi.
5.8K viewsCompletedAdded to Library 209 Times as pantun gombalan maut
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status