Asisten Sang CEO Buta
Wah, majikannya ini memang sangat tidak tertebak.
“Iya, deh, iya. Saya yang salah. Capek banget berdebat sama Bapak tiap hari.” Starla mengalah.
“Mana martabak saya?”
Starla tersenyum datar. “Ini, saya letak di atas meja,” katanya sembari menempatkan martabak di atas meja. “Dimakan ya, Pak. Dua jam loh saya belinya. Kena macet, polusi kendaraan, dan masih banyak lagi yang seharusnya saya dibayar mahal.”
Hot Chapters