Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tingkat Dua

Tingkat Dua

"Enggak Bel, makasih ya..." Kulihat Bela mengangguk. "Okede, Mbak ... Kalo gitu gue jalan dulu ya. Bye mbak!" *** "Nasi ayam, susu kotak, cheesecake, salad buah." Aku mengabsen makanan-makanan yang berada di dalam paperbag di pangkuanku. Aku memutuskan untuk duduk di bangku depan kontrakkan dan melihat ada apa saja di dalam paperbag ini.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai paper bag untuk makanan
Baca
+Pustaka
Ah! Sentuh Aku Lagi, Om

Ah! Sentuh Aku Lagi, Om

Hingga tiba-tiba— “Permisi! Antar makanan untuk Mbak Celine?” Celine mengangkat kepala cepat. Seorang kurir muda berdiri di ambang pintu, membawa paper bag makanan premium yang jelas bukan makanan sembarangan. “Hah? Saya, Mas? Tapi… saya nggak pesan apa-apa,” kata Celine bingung sambil bangkit dari kursinya. Teman-teman satu divisinya langsung saling pandang dan berbisik. Rasa penasaran, kepo, semuanya campur jadi satu. Merekanya tahu: itu bukan makanan yang biasanya dipesan anak magang.
9.9139.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.9K kali sebagai paper bag untuk makanan
Baca
+Pustaka
Pernikahan Yang Tidak Ku Inginkan

Pernikahan Yang Tidak Ku Inginkan

Suasana meja makan sama seperti biasanya. Hanya saja kehadiran Nathan yang merubah sedikit suasana. Kalea menikmati makanannya dengan santai. Hingga mama mertuanya memberikan sebuah paper bag yang Kalea sendiri tidak tau apa itu. "Ini untuk kamu, sayang." Kalea menerima paper bag tersebut dengan senyuman tipisnya. "Ini apa, ma?" tanya nya.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai paper bag untuk makanan
Baca
+Pustaka
Redupnya Kecantikan Istriku Akibat Ulah Ibuku

Redupnya Kecantikan Istriku Akibat Ulah Ibuku

Namun, begitu keluar ruangan pandangannya beralih pada sebuah paper bag dan satu buket bunga berwarna biru keunguan. Ilyas buru-buru membuka paper bag itu, di mana di dalamnya ada beberapa kotak makanan. Sup, ikan dan beberapa telur rebus. Tak lupa buah dan 2 kotak susu. Ilyas baru saja menaruh barang-barang itu kembali ke bangku. Ia takut jika mungkin saja ini salah kirim. Sampai ia menemukan secarik kertas di antara buket dan paper bag.
9.321.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 828 kali sebagai paper bag untuk makanan
Baca
+Pustaka
Bahasa isyarat

Bahasa isyarat

Elana menyerahkan satu paperbag berisi berbagai makanan, dari mulai permen hingga biskuit. "Aku gak tau kamu punya adik atau kakak, apakah mereka laki-laki atau perempuan. Tapi,, pokoknya berikan ini untuk keluargamu ya, atau kalau kamu gak mau berikan saja pada tetangga atau orang yang kamu temui di jalan." Elana menyerahkan paperbag berwarna biru muda itu ke hadapan Abi. "Terimakasih banyak," Abi menggerakan kedua tangannya, berterimakasih dan menerima pemberian Elana.
1010.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 253 kali sebagai paper bag untuk makanan
Baca
+Pustaka
Cinta Istri Muda

Cinta Istri Muda

Berhubung masih libur karena berkabung. Adrian membuka tas karton berisi makanan dan minuman itu. Mengeluarkannya satu per satu. Ada nasi padang dengan lauk rendang yang dikemas dalam karton. Sebotol air mineral dengan merek yang terkenal itu, yang ada manis-manisnya, seperti iklannya suka bilang. Ada camilan berupa chicken nugget. Tidak hanya itu. Ada secari kertas yang dilipat persegi di dalam tas karton tersebut. Awalnya, Adrian kira itu semacam souvenir dari restoran tempat membeli semua itu. Hanya penasaran apakah sesuai dugaannya, Adrian mengambil kertas tersebut. Isinya...
108.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 322 kali sebagai paper bag untuk makanan
Baca
+Pustaka
Jodoh Titipan Mendiang Suamiku

Jodoh Titipan Mendiang Suamiku

Ia lalu membawa paper bag yang berisi bubur dan membukannya. Saat Efgan akan menyuapi Khania. Sudut matanya tanpa sengaja melihat paper bag di atas nakas. "Ini apa, sayang?!" tanya Efgan sambil membawa paper bag yang berada di nakas. Khania tidak menjawab dan hanya diam membisu. Efgan yang penasaran membuka paper bag itu, dan mengernyitkan alisnya saat melihat makanan di dalamnya. "Lho! Ini makanan! Dari siapa?! Kenapa gak dimakan."
108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 199 kali sebagai paper bag untuk makanan
Baca
+Pustaka
Pengantin Pengganti Tuan Gabriel

Pengantin Pengganti Tuan Gabriel

sebelumnya memang bersama. "Sebenarnya aku hanya akan membawakan makan siang saja." Evelyn berkata canggung. Merasa tidak boleh berada di sana. Dia sedikit menepi dan meletakkan paper bag yang dibawanya di lantai. Orang-orang pasti akan menganggapnya aneh kalau dirinya cepat kembali ke lantai dasar dengan membawa paper bag-nya bersamanya. Mungkin mereka akan berpikir bahwa dirinya dan Gabriel sedang bertengkar. Atau lebih dari itu. Evelyn ... hanya tidak bisa membiarkannya. Jadi Evelyn memilih meninggalkan paper bag itu di sana agar terlihat seperti dirinya benar baru mengantarkan makanan.
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai paper bag untuk makanan
Baca
+Pustaka
Terpikat Pesona Tuan Presdir

Terpikat Pesona Tuan Presdir

sapa Jessica sembari melangkah masuk Jessica melangkah menuju sofa lalu meletakkan totebag berwarna putih yang berhiaskan bunga berwarna emas. Di tengahnya terdapat logo dari toko makanan. Totebag itu berisi dua kardus piza berisi pepperoni, jamur, dan basil. William sudah mencium aroma piza walaupun belum ada satu pun yang dibuka. Sehabis menutup pintu William menghampiri Jessica yang sudah duduk di sofa dan sibuk menata piza.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai paper bag untuk makanan
Baca
+Pustaka
Terpaksa Satu Peraduan dengan CEO Arogan

Terpaksa Satu Peraduan dengan CEO Arogan

Laki-laki paruh baya itu berjalan ke meja panjang dan meletakkan dua plastik di tangannya ke atas meja. "Ini ada dua bungkus roti tawar, selai coklat dan kacang, margarin, satu toples kopi hitam, satu toples krimer, satu toples gula, satu kotak teh hijau, dan beberapa bungkus makanan kecil. Jika ada yang kurang, tolong beritahukan saya, saya akan segera membelinya," ujar Pak Sagi cepat tanpa mempedulikan wajah dua orang wanita itu yang sedang tercengang dengan mulut terbuka lebar. "Buah-buahan sudah kami pesan dari toko buah terkenal di kota ini dan akan di antar besok pagi," sambung Dhani.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai paper bag untuk makanan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status