Desahan di Kamar Pembantu
Begitu pekerjaannya selesai, pikirannya langsung kembali pada Indira, wajah pucatnya pagi tadi, langkahnya yang cepat, tapi rapuh.
Dalam perjalanan pulang, Bara memutuskan mampir ke supermarket. Ia mengambil apel, jeruk, pisang. Tangannya juga meraih susu, lalu ragu, kemudian menaruhnya kembali. Di lorong buah, ia berpapasan dengan Dewa.
“Pak Bara,” sapa Dewa, sedikit terkejut. “Bagaimana kabar Indira? Saya dengar—”