Saat Hati Harus Kembali Terbagi
sahut Mas Hanan tegas.
"Yang kamu bicarakan sejak tadi, hanya cinta dan cinta. Kamu pikir, ibu dan almarhum ayahmu itu menikah karena cinta? Tidak! Kami juga menikah karena perjodohan. Tapi, lambat laun rasa itu mulai tumbuh. Yang kamu rasakan sekarang ini bukan cinta, Hanan. Ini hanya sebuah nafsu belaka, tipu daya setan. Disaat kamu tak mampu menjaga keimananmu, tak mampu menundukkan pandanganmu, maka disitulah setan beraksi, dia akan membuat pasangan halalmu terasa membosankan, dan menjadikan yang haram terasa memabukkan. Jadi, apa itu yang kamu katakan cinta?" tekan Ibu Mas Hanan.
Lelaki di sampingku itu terdiam sejenak. Mungkin sedang mencerna kata-kata sang Ibu. Ah, aku jadi takut. Bag