TEST PACK ASISTEN RUMAH TANGGAKU
Mendengar tawaranku, tanpa pikir panjang Bang Saga yang tadinya duduk di dekat jendela, tersenyum menatapku dan langsung pindah ke sebelahku.
Tanpa sengaja sempat melirik Mas Hangga yang menatapku dan Bang Saga bergantian. Lalu ia melanjutkan santapannya kembali.
“Nih, Bang, pecelnya, kalo Bang Saga sukanya pedes, ya?”
“Bener, lidah orang sumatra, biasa.”
“Nenek, mau juga pecel, Nek? Karin Racikin, ya?”
“Boleh, juga, Nak.”