Pewaris Tunggal
“Paman, sebelum ke Tokyo, aku ingin menjenguk Desa Hamurai, sekaligus ingin ziarah ke makam ayah. Kita naik kereta saja biar cepat, sangu dari sensei cukup kok buat kita!”
“Baiklah Dean, paman pun kangen dengan desa kita itu!”
Maka berangkatlah mereka ke Kyoto dengan naik kereta uap, lumayan sesak juga. Karena mereka berada di gerbong ekonomi, untuk hemat ongkos.
Pedang Samurai peninggalan ayahnya Dean bawa dan di masukan ke dalam tasnya. Pedang ini hebat, saking lenturnya bisa di tekuk, sehingga tak terlihat kentara di dalam tas ransel kulitnya.
Chapitres populaires