Pernikahan Tak Sempurna
Wanita itu melangkahkan kakinya perlahan, tangan kirinya tak berhenti mengelus perutnya.
“Bapak nggak minum dulu, biar dibuatin kopi,” ucap Naima pada sang sopir.
“Oh, tidak perlu, Non. Terima kasih, saya buru-buru harus menyusul Tuan ke kantor,” tolak sopir itu.
“Baiklah kalau begitu, terima kasih, ya, Pak. Maaf sudah merepotkan.” Naima sedikit menunduk sebagai ucapan terima kasihnya.
Hot Chapters