Menjadi Ratu Kesayangan Kaisar Tiran
Di belakangnya, seorang pelayan berdiri dengan sikap rapi, menunggu dengan hati-hati, seakan tahu bahwa satu kata yang salah bisa mengubah suasana yang sudah tidak nyaman.
“Apa kau melihat Yang Mulia Kaisar datang ke istana ratu malam ini?” tanya Roseane tanpa menoleh.
Pelayan itu mengangguk pelan.
“Saya tidak melihat langsung, Yang Mulia,” jawabnya hati-hati, “namun pelayan lain dan para penjaga mengatakan bahwa beliau memang datang… hampir setiap malam.”
Kalimat itu jatuh dengan pelan dan cukup untuk membuat Roseane terdiam.