Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rembulan yang Terluka

Rembulan yang Terluka

"Eummh, mas!" "Manis!" Ucapku sambil mengelap sisa air liur di tepi bibir Feesa. Lolipop miliknya menggantung tepat di samping wajahnya. Reaksi apa itu? Antara bengong dan shock matanya berkedip berkali-kali dengan tatapan yang tak berpaling dariku. Apakah ini pertama kali baginya? "Kenapa? Mau lagi?" Dia mengangguk tapi mimik wajahnya menunjukkan keterkejutan setelah itu segera menggeleng ke kanan dan kiri. Aku tak tahan lagi. Tertawa terpingkal.
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 188 kali sebagai pelupuk
Baca
+Pustaka
Cintai Rembulan

Cintai Rembulan

Saat pintu sudah berhasil terbuka, pandangannya ia segarkan dengan menikmati view city light yang terpampang nyata dari lantai delapan belas ini di balik jendela. Melihat beberapa lampu kendaraan melintas cepat bergantian di bawah langit hitam. Jevan tak pernah berpikir bahwa dirinya akan menjadi lelaki yang menyedihkan hanya karena persoalan cinta seperti ini. Really does not look like him. Jevan menghampiri lemari kecil di sudut kanan untuk mengambil sebuah botol yang berisi wine. Tangannya dengan terburu-buru ia paksa untuk membuka botol tersebut.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai pelupuk
Baca
+Pustaka
Catatan Luka Istri Rahasia

Catatan Luka Istri Rahasia

Karena dia sedikit mendongak, aku hanya bisa melihat dagunya yang berbentuk V. "Ada deh. Habis subuhan nanti, kita perginya." "Apa, sih? Bikin penasaran banget." "Ada deh." Mas Satya menunduk, lalu menghujani puncak hidungku dengan kecupan singkat. "Kamu berhenti kerja aja, ya?"
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai pelupuk
Baca
+Pustaka
Terpenjara Sangkar Emas Tuan Muda

Terpenjara Sangkar Emas Tuan Muda

"Apa kau ingin ikut berenang denganku?" Aku tertegun. Mataku mengerjap beberapa kali seolah tidak bisa menutupi rasa gugup yang menyelimuti. Kini posisi Luca sudah menghadap ke arahku. Mulutku tiba-tiba terkunci saat mataku hanya tertuju pada dada bidang milik Luca. Tubuh bagian depannya memiliki tato yang hampir menutupi seluruh bagian perut serta dada sebelah kanan. Sedangkan di bagian dada sebelah kiri terdapat sebuah tato bertuliskan kalimat yang tidak bisa dibaca dari tempatku berdiri.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai pelupuk
Baca
+Pustaka
Hati yang Remuk dan Mati

Hati yang Remuk dan Mati

Andi menatap bulan di luar jendela, dan dia mengulurkan tangannya untuk meraihnya. Jelas, dia tergoda. "Oke, besok aku pesan tiket pesawat." Sebelum pergi, Andi mencubit dagu Steph, dan berkata dengan muram, "Kalau kamu berani permainkan aku, kubunuh kamu." Pada saat yang sama, di rumah keluarga Sheila di Veridia. Setelah menyelesaikan kelas online, Sheila berbaring dengan nyaman di kursi rotan di balkon, memanggang ubi di kompor kecil dengan santai.
36.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai pelupuk
Baca
+Pustaka
Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita

Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita

“Aakh!” Refleks ia terpekik kecil ketika matanya tiba-tiba menangkap sesuatu di antara bebatuan besar. Sebuah tangan sepucat bulan yang terlihat sangat kontras dengan warna abu-abu tua bebatuan, nampak tengah memeluk sebuah batu sungai yang besar, seolah sedang bertahan di sana. “Ah Lan, Ah Lan!” ia menepuk-nepuk pelayannya di bawah.
1012.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 409 kali sebagai pelupuk
Baca
+Pustaka
I Saed Lupyu

I Saed Lupyu

Wajah mulus dan putih bersinar saat pertama kali aku menatapnya. “Selamat atas buku keduamu.” Dia tersenyum lebar sambil menunjukkan deretan gigi putih yang rapi. “I Saed Lupyu katamu?” “SAE!!!!” teriakku.
108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 282 kali sebagai pelupuk
Baca
+Pustaka
LUKA

LUKA

Gluk. Gluk. Nara menyeka bibirnya, ia menatap lurus dapur tempatnya berdiri. Matanya bergetar mengelilingi ruangan mencoba menenangkan hati yang mulai cemas. Mimpi yang begitu nyata membuat tubuhnya terasa letih. "Mimpi yang menakutkan."
87.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 218 kali sebagai pelupuk
Baca
+Pustaka
Jurnal Sang Dokter

Jurnal Sang Dokter

Menjahit Selaput Dara Romansa berdiri di depan jendela kamarnya, mengamati ke arah taman, melihat kupu kupu kecil berwarna kkuning berterbangan, slaing mengejar, tidak tentu arah. Dua kupu kupu kecil, seperti sepasang sahabat, atau bahkan anak dan ibunya. Romansa menghela nafas panjang, dia memejamkan mata sekejap.
1013.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 527 kali sebagai pelupuk
Baca
+Pustaka
O, Yang Mulia!

O, Yang Mulia!

SPLASH! Sebuah gumpalan lendir jatuh dari atas dan menghantam lantai dua langkah di depan O. Gumpalan lendir bergerak, bentuk awalnya yang seperti telur mata sapi di atas teflon kini berbentuk persis seperti upil beringus yang kemudian dibulatkan dengan ujung jemari. Hanya saja, upil yang satu ini berukuran sangat besar dan bisa bergerak lincah seperti hewan pemangsa!
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 163 kali sebagai pelupuk
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status