Cinta Berbalut Dendam
Dina tak meneruskan kalimatnya, karena Peni langsung melemparnya dengan kue bulu yang ada di meja.
“Jangan parno dan vulgar gitu ahhh, malu-maluin ajahhh, kamu juga sama, selalu mengeluh perih, ehh begitu dah ketemu sama si cassanova, langsung dehh tak bisa nahan diri, dasaaarrrrr!” sahut Peni tertawa, Dina ikutan terbahak, sedangkan Haji Sulaiman hanya bisa geleng-geleng dengan kelakuan dua asprinya ini.
*****