Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Malaikat Maut Sang Pelakor

Malaikat Maut Sang Pelakor

jawab Narendra dengan galau. "Pertanyaan apa?" tanya Ridho penasaran. Narendra menatap sekilas pada temannya dan memandang lurus pada sebuah Televisi yang ada di tengan ruangan. "Coba tolong hidupin Televisi, deh, Bro! Siapa tau ada berita menarik," Narendra malah mengalihkan pembicaraan dan menunjuk ke arah tabung kaca yang bisa bersuara di depannya.
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai penanda dialog
Baca
+Pustaka
Dirty Office

Dirty Office

Ia mencoba mengatur napasnya yang mulai kacau. ​"Tadi... itu hanya masalah koordinasi, Keenan," jawab Nando pelan, matanya mencoba menghindari kontak mata langsung. ​Keenan melangkah satu kali ke depan, memperpendek jarak. Aura dominan dan otoritasnya tampak begitu nyata kali ini. "Aku tidak butuh jawaban diplomatis. Aku tanya sekali lagi, siapa yang bicara denganmu di telepon tadi?"
1034.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai penanda dialog
Baca
+Pustaka
TEMAN WANITA AYAHKU

TEMAN WANITA AYAHKU

Tante Nanda menyela. “Tunjukkan,” kata Bunda, “aku nggak mau terus salah paham.” Tante Nanda buru-buru merogoh tas, mengambil ponsel, lalu membuka chat dengan Om Adam. Menunjukkan percakapan yang terlihat normal, seolah semuanya baik-baik saja.
1012.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 397 kali sebagai penanda dialog
Baca
+Pustaka
Kacamata Penakluk

Kacamata Penakluk

Kembali ke teras Nenek yang sunyi, hanya suara jangkrik dan embusan angin malam yang menyambut. Aku menyentuh pelipisku, memanggil menu utama. Kacamata di wajahku berdengung pelan, memproyeksikan opsi-opsi yang kini terasa begitu familiar. Tanganku melayang di udara, menekan ikon "Status" yang berada di tengah. Layar baru muncul, menampilkan profil Nadia. [NAMA: NADIA ADITAMA] [STATUS: PELAYAN (KEPATUHAN ABSOLUT)]
3.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai penanda dialog
Baca
+Pustaka
Fitnah Di Hari Pernikahanku

Fitnah Di Hari Pernikahanku

Dan di tengah layar hitam monitor, muncul teks aneh: STOP LOOKING! “Brengsek! Sialan!” teriak Nanda.
9.329.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 802 kali sebagai penanda dialog
Baca
+Pustaka
Tolong, Cintai Aku!

Tolong, Cintai Aku!

Kami semua terjerat dalam kisah ini karena Mahendra— “Semua orang yang melihat penampilan luar Karina pasti akan berdecak kagum, memuji kelembutan serta tutur katanya yang sopan.” Aku langsung mendongak saat mendengar barisan narasi itu dibacakan. Jantungku berdegup kencang ketika menyadari Mahendra berdiri di belakangku, tubuhnya condong ke depan hingga dagunya nyaris menyentuh rambutku. “Ngapain di sini?!” tanyaku kaget. “Berlatih dialog denganmu sebelum syuting dimulai,” ujarnya dengan enteng.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai penanda dialog
Baca
+Pustaka
Istri yang Tak Diinginkan dan Kembaran Rahasianya

Istri yang Tak Diinginkan dan Kembaran Rahasianya

Seberapa nyata sebenarnya hubungan itu? "Gimana denganmu?" Aku mengalihkan pembicaraan. "Seorang dokter yang sangat berprestasi tentu menghadapi tantangan serupa." Nanda tertawa ringan. "Siapa bilang aku cuma seorang dokter?" Sebelum aku sempat menjawab, ponselku bergetar. Nama Keenan muncul di layar. "Halo?" "Kamu di mana?" Suaranya terdengar tegang.
109.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 217 kali sebagai penanda dialog
Baca
+Pustaka
Penantian Yang Tak Berujung

Penantian Yang Tak Berujung

Dengan santai, aku memutar layar laptop ke arahnya, “Temanku mau pulang dari luar negeri, jadi kami lagi janjian untuk bertemu.” Tanpa memedulikan reaksi Michael, aku tersenyum dan berpamitan pada temanku, “Sampai bertemu besok.” Michael menatapku dengan tatapan aneh, seolah sedang memastikan sesuatu, “Jadi, kamu mau pakai cara begini untuk balas dendam padaku?” “Hana, kok kamu kekanak-kanakan sekali?” Aku tak marah dan menjawabnya, “Kami sudah berteman sejak kecil, bukannya bertemu untuk makan itu hal yang wajar?”
3.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai penanda dialog
Baca
+Pustaka
Pembalasan Sang Bandar

Pembalasan Sang Bandar

~Gracio "Aku bisa izin kok, Om nggak perlu khawatir. Aku--ddrttt--ddrttt---" Belum sempat Clara menulis balasan pesan dari Gracio, tiba-tiba pria itu mengalihkan mode chatingan ke mode video callan. "Ish, padahal aku belum selesai nulis pesan sama Om," gerutu Clara tatkala panggilannya terhubung, menampilkan wajah tampan Gracio yang nampak kelelahan. "Nggak perlu, aku pengen denger suara kamu sayang. Aku cepek kalo ngetik pesan," balas Gracio menatap dalam pada wanita cantik yang wajahnya memenuhi layar ponselnya.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai penanda dialog
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status