Penantian Yang Tak Berujung
Dengan santai, aku memutar layar laptop ke arahnya, “Temanku mau pulang dari luar negeri, jadi kami lagi janjian untuk bertemu.”
Tanpa memedulikan reaksi Michael, aku tersenyum dan berpamitan pada temanku, “Sampai bertemu besok.”
Michael menatapku dengan tatapan aneh, seolah sedang memastikan sesuatu, “Jadi, kamu mau pakai cara begini untuk balas dendam padaku?”
“Hana, kok kamu kekanak-kanakan sekali?”
Aku tak marah dan menjawabnya, “Kami sudah berteman sejak kecil, bukannya bertemu untuk makan itu hal yang wajar?”
Bab Populer