Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dua Hati Mencari Cinta

Dua Hati Mencari Cinta

Memasukkan dokumen milik Chen dalam tas. Fernanda meremas—remas tangannya. Memandang laki-laki tampan berkacamata yang berdiri memunggunginya. Tersemat rasa enggan karena sudah diabaikan. la memejamkan mata, menguatkan tekat untuk bicara. “Nanda, ada apa?” la membuka mata dan menatap sepasang mata paling jernih milik Daniel. Fernanda menarik napas panjang untuk menguatkan diri sebelum bicara.
1.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai penanda dialog
Baca
+Pustaka
Jodoh Jebakan Dari Opa

Jodoh Jebakan Dari Opa

Ia menatap bento di tangannya, lalu berbisik ke diri sendiri, “Ya, jelas aja kalah... Aku cuma punya nasi goreng dan emotikon panda.” Nadira, yang kebetulan lewat, langsung mengenalinya. “Dewa? Lagi stalking Anaya lagi, ya?” Dewa berdeham. “Aku nggak stalking. Aku... observasi.” “Observasi apa?” “Observasi kemungkinan aku digantikan oleh manusia sempurna bernama Raka.”
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai penanda dialog
Baca
+Pustaka
Senandika

Senandika

"Duduk di depan tv aja." Shera duduk di sofa depan televisi sambil menatap layar benda persegi panjang itu yang menampilkan beranda Netflix tanpa minat. Hari ini orangtua Jevan pergi menjenguk neneknya dan baru akan kembali nanti malam. Keadaan saat ini sedikit canggung ditambah hening karena sejak memasuki rumah dan duduk, Shera tidak berbicara lagi. Ia hanya diam, menatap layar tv dengan tatapan kosong. Mungkin jika ada tetangga yang melihat Shera memasuki rumahnya, Jevan akan dicurigai berbuat sesuatu yang tidak lazim.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai penanda dialog
Baca
+Pustaka
Jerat Rahasia Teman Masa Kecilku

Jerat Rahasia Teman Masa Kecilku

Dikta : Selamat malam Nara Nara : Siapa ya? Dikta : Dikta, yag tadi siang. Nara : Oh iya-iya, gimana pak ?” Perbincangan mereka basa-basi, Aland merasa agak aneh. Nara tak biasanya berkomunikasi dengan laki-laki lain kecuali dirinya. Nara : Sudah kok sudah pesan makanan tadi. Dikta : Baiklah, jangan lupa istirahat, salam pada Tante Laudya.”
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai penanda dialog
Baca
+Pustaka
30 Days Girlfriend

30 Days Girlfriend

Narendra: Ok, your wish is my command Rhea: Bukannya kamu lagi meeting ya? Narendra: Iya. Kenapa? Narendra: Mau makan siang bareng? Rhea: Nggak, bukan gitu, fokus sana meeting, kenapa malah chat aku Rhea: Udah ah, sana, jangan chat lagi kalo belum kelar meeting! Narendra: Siap, Nyonya. Dua orang berbeda, di tempat berbeda, tapi perasaan yang sama. Kini keduanya sama-sama tersenyum membaca ulang chat mereka berdua.
1037.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 963 kali sebagai penanda dialog
Baca
+Pustaka
Kontrak Cinta Sang CEO

Kontrak Cinta Sang CEO

“Kamu menyelamatkanku? Terlambat, Arkana. Aku sudah menjadi bagian dari sistem yang kamu buat.” Tatapan Arkana membeku. “Maksudmu?” Tepat saat itu, di belakang Nadira, sebuah layar besar menyala. Tulisan merah muncul: [AKSES SISTEM D-7 DIBUKA] [SINKRONISASI SUBJEK: NADIRA ALYA RENDRA – AKTIF] Arkana mundur selangkah, matanya tak percaya. “Tidak… jangan bilang kamu—”
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai penanda dialog
Baca
+Pustaka
Dimadu Adik Sepupu Suamiku

Dimadu Adik Sepupu Suamiku

Bersamaan dengan itu, ponsel Danendra yang ditaruh di antara bangku sopir dan penumpang bagian atas berdering. Nama Natali tertera di sana, reflek Cempaka melirik ke arah sumber suara dan membacanya sebelum Danendra mematikan lalu membalik ponselnya. "Bila kamu kabari, aku pasti akan datang, dan... acara tadi tidak masalah diundur." Helaan napas panjang Cempaka terdengar sampai ke telinga Danendra. Ia merasa terlalu banyak bicara sehingga membuat Cempaka muak.
106.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai penanda dialog
Baca
+Pustaka
Obsesi Cinta Pemain Wanita

Obsesi Cinta Pemain Wanita

“Katakan kalau kamu butuh bantuan.” Devanda mengangguk, lalu lanjut membaca naskahnya. “Kamu … mau berlatih denganku?” “Berlatih?” Devanda tidak bisa membayangkan Andriyan yang berakting. “Memangnya kamu bisa akting?” “Aku kan tidak perlu berakting. Aku hanya perlu membalas dialogmu dengan dialog-ku.”
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai penanda dialog
Baca
+Pustaka
Malam Pertama Sang Istri Kontrak

Malam Pertama Sang Istri Kontrak

“Mira bukan cuma rekan. Dia bagian dari sistem ini. Tanpa dia, suaraku nggak bakal bisa menembus dunia.” Ia menekan tombol, suara rendah mesin terdengar, sinyal biru menyebar dari antena kecil di luar jendela. Di layar muncul tulisan Connection Established – Global Node Active. Arga berbicara pelan tapi tegas, seolah bicara pada dunia yang sedang menahan napas.
101.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai penanda dialog
Baca
+Pustaka
Terlalu Kaya dan Tampan

Terlalu Kaya dan Tampan

Sistem berbunyi pelan. ANCHOR DISTANCE INCREASED. SYNC LEVEL: STABLE — TEMPORARY. Kevin menatap layar itu lama. “Lo kuat,” bisiknya pada nama Nadia. “Tapi gue nggak yakin sistem bakal sebaik itu.” Di balik dinding kaca lain, Adrian memperhatikan data yang sama, senyum tipis terbit di sudut bibirnya. “Penolakan selalu jadi fase paling rapuh,” gumamnya.
929 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai penanda dialog
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status