Ibu Susu Untuk BOSKU
Setiap hari terasa lambat dan menyakitkan, tapi setidaknya aku tahu bahwa aku masih dekat dengannya, meski kami terpisah oleh tembok penjara.
Hari itu adalah hari besuk tahanan, dan aku merasa gugup saat menunggu. Suasana di penjara selalu penuh ketegangan. Orang-orang di sekitar menunggu dengan ekspresi cemas dan sedih, sementara aku hanya duduk diam, mataku terpaku pada pintu tempat Mr. Wei akan muncul. Napasku terasa berat, pikiranku dipenuhi berbagai kecemasan. Aku belum melihat Mr. Wei sejak vonis itu dijatuhkan, dan perasaan tidak pasti terus menghantuiku.