POLIGRAF
Bosan berbaring, Neta bangkit dan berjalan menuju jendela kamarnya, bermaksud melihat pemandangan yang lumayan asri di sekitar rumahnya berkat taman yang dirancang oleh ibunya dan dieksekusi secara apik oleh Mang Karta, pengurus kebun keluarganya.
Menikmati kesegaran yang ditawarkan taman di sekeliling rumahnya, Neta melihat ke arah jalan beraspal yang tergelar di depan rumahnya dan mengernyit begitu menyadari mobil berwarna coklat muda itu masih terparkir di bawah sebuah pohon yang cukup rindang, tidak jauh dari pagar rumahnya. Seingatnya, mobil itu sudah ada di sana sejak kurang lebih satu jam yang lalu.
Sikat na Kabanata