Sebatang Pensil Hampir Membawa Petaka
Ujian masuk perguruan tinggi akhirnya selesai. Saat acara perayaan kelulusan, wali kelas menerima sebuah telepon.
Setelah menutup telepon, dia memasang wajah serius dan memberi tahu semua orang bahwa ada seorang siswa di kelas kami yang seluruh lembar jawabannya kosong untuk semua mata pelajaran. Teman-teman sekelas langsung ramai membicarakannya. Semua menebak-nebak siapa orang itu.
Saat semua orang masih kebingungan, ketua kelas, Sheva, menghampiriku dengan mata memerah dan terus meminta maaf.
Dia mengatakan bahwa di antara pensil ujian yang dibelinya, ternyata ada satu yang cacat. Bekas arsiran dari pensil itu akan menghilang sepenuhnya setelah tiga jam dan kebetulan pensil itulah yang di