Terpaksa Menikah dengan Calon Mertua
Bahkan ketika suaminya mendekat, wanita berhijab panjang menjuntai serta gamis berwarna sofr pink itu masih tetap fokus dengan benda mati yang ada di tangannya, tidak menyadari kalau sang suami sudah duduk di sisinya.
“Baca apa, Sayang?” Sadewa melingkarkan tangan di pundak Sania, dan mengintip buku yang tengah dibaca.
“Aku lagi belajar cara berbisnis, Om. Biar pintar kaya Om Dewa, nanti aku bisa buka perusahaan sendiri dan nyaingin Om deh!”
Sadewa tertawa renyah mendengar jawaban dari istrinya itu. Polos, baik, cantik, solehah, itulah nilai dari diri Sania yang selalu membuat Sadewa tergila-gila.