ANINDYA: BELIA TERPEDAYA CINTA
Terlihat sesekali melirikku, berusaha melampiaskan kekesalan padaku.
Aku tahu, sebenarnya mereka sedang sama-sama memikirkan sikap yang tepat untuk menghadapi penjahat sepertiku. Aku sendiri sudah cukup letih menghadapi diri sendiri, sial!
"Andai bukan di tempat umum, penjahat kelamin sepertimu pasti sudah remuk di tanganku.", ancam Tedy lengkap dengan picingan matanya. Heran, padahal dia sendiri berotak cabul tapi seenak itu menjukukiku.