Penguasa Hati
Aku kini menjadi target baru, dan itu semua karena pangeran pindahan yang angkuh itu.
Aku menghabiskan kopi baruku dalam tegukan-tegukan kecil, merasakan pahitnya menyengat lidah. Pahit yang sama seperti firasat buruk yang kini merayapi hatiku. Aku tahu, setelah kejadian ini, tidak ada lagi “status quo” bagiku. Dinding yang susah payah ku bangun di sekelilingku, kini perlahan mulai runtuh, bukan karena keinginanku sendiri, tapi karena ulah tak terduga dari seorang Azlan Sharim. Dan tatapan benci Clara adalah bukti yang tak terbantahkan.
الفصول الرائجة