Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pejuang LDR

Pejuang LDR

tanya Dissa to the point. "Sebenarnya, dalam memulai menulis opini, kita harus mengenali terlebih dahulu masalah apa yang akan kita angkat dan akan dibahas dalam setiap paragraf pada kalimat. Tata cara penulisan, gunakan bahasa yang mudah dipahami oleh pembaca dan cantumkan pengertian, masalah dalam kehidupan dan menurut pendapat para ahli. Pada kalimat terakhir, sisipkan saja pendapat kalian mengenai topik judul opini yang ditulis. Misalnya, kamu ingin menulis tentang masalah penggunaan kacamata, itu dijabarkan sesuai penjelasan Kakak tadi. Harus ada pengertian dari kacamata, ciri-cirinya, Masalah yang terjadi di kehidupan, menurut pendapat para ahli dan terakhir menulis saran kamu terhadap
9.87.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 221 kali sebagai penulisan profesor yang benar
Baca
+Pustaka
Dinikahi Dosen

Dinikahi Dosen

titahhnya. Amel menghirup nafas lagi. Merasa kesal sebenarnya untuk apa ia disuruh menjelaskan tata cara penulisan catatan kaki, seperti amatir saja. Amel sudah sangat paham dan ia yakin audiens juga tidak perlu mendengarkan penjelasan darinya. "Footnote ditulis dengan cara, diawal adalah nama, jika satu orang sampai dua orang, tetap ditulis, namun tanpa gelar. Jika lebih dari tiga orang, tidak dituliskan semuanya, tapi hanya ditulis dkk saja, setelah nama beri tanda koma, lalu dibubuhkan judul yang pakai tanda miring, terus buka kurung, isi nama tempat terbitnya, nama penerbit, lalu tahun, tutup kurung, terakhir, beri halaman", jawab Amel dengan satu kali nafas. "Judulnya apa tadi? Miring '
1036.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai penulisan profesor yang benar
Baca
+Pustaka
PROLOG

PROLOG

Tapi kenyamanannya akan berbeda. Siang ini mata kuliah Penulisan Artikel Ilmiah Terindeks untuk pertemuan terakhir. Mata kuliah ini diampu oleh Pak Rio, salah satu dosen muda di pasca sarjana tapi sudah berkeluarga. Orangnya ramah dan baik dengan semua mahasiswa.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai penulisan profesor yang benar
Baca
+Pustaka
Jodoh Jebakan Dari Opa

Jodoh Jebakan Dari Opa

Raka terkekeh kecil. “Coba sini, Mas lihat.” Anaya sempat ragu, tapi menyerahkan laptop juga. Raka duduk di sampingnya, menatap layar dengan serius. Beberapa menit kemudian, ia mulai mengetik, cepat, rapi, tanpa ragu. “Kalimat ini sebaiknya jangan pakai kata ‘menurut peneliti’, ganti dengan ‘peneliti berpendapat’. Terus, bagian ini terlalu panjang, coba pisah jadi dua paragraf.”
101.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai penulisan profesor yang benar
Baca
+Pustaka
Saat Aku Salah Membencimu

Saat Aku Salah Membencimu

Salah satunya profesor yang terkenal paling sulit di jurusan. Profesor Hadi Prasetyo. “Saudara Lintang,” katanya sambil melepas kacamata. “Saya rasa analisis Anda terlalu idealis.” Belum selesai Lintang menjawab, dosen kedua langsung menyela. “Kenapa Anda menggunakan metode ini? Kenapa bukan metode lain?” Dosen ketiga ikut masuk. “Kalau data perusahaan tidak lengkap, bagaimana validitas penelitian Anda?”
771 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai penulisan profesor yang benar
Baca
+Pustaka
Terpaksa Jadi Mempelai Pengganti di Pernikahan Kakakku

Terpaksa Jadi Mempelai Pengganti di Pernikahan Kakakku

Di layar, para profesor tersenyum simpul, maklum melihat ledakan kebahagiaan itu. "Selamat, Saudari Aurelia," kata Profesor Malika, suaranya kini terdengar hangat. "Revisi minor hanya perbaikan tipo dan sedikit penyesuaian di bagian abstrak. Bisa Anda selesaikan dalam tiga hari." Aurelia cepat-cepat mengusap air matanya, berusaha kembali profesional. "Baik, Prof. Terima kasih... terima kasih banyak."
1034.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai penulisan profesor yang benar
Baca
+Pustaka
Pernikahan Rahasia dengan Dosen Killer

Pernikahan Rahasia dengan Dosen Killer

“Kamu cukup bersandar, nah aku ketik dulu ideku. Nanti tinggal kamu tuangkan dalam bahasamu sendiri. Kalo aku yang kerjain semuanya, aku takut kamu akan dihukum gara-gara ketahuan pakai bahasa orang lain.” “Emangnya bagaimana cara dosen itu tau tulisan yang dikarang mahasiswanya itu hasil contekan atau tidak?” Belinda mengedipkan mata dengan polos. “Sebenarnya mudah sih. Cara menulis orang dewasa dan remaja menjelang dewasa itu sedikit berbeda. Kalo cara nulis orang dewasa itu justru lebih rapi dan kebanyakan memakai bahasa baku. Kalo untuk seusiamu ini, mau pakai bahasa baku atau tidak, yang penting tugas selesai.” Brandon menyunggingkan senyuman usil mengecup pipi istrinya. “Benar kan, Ist
105.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 190 kali sebagai penulisan profesor yang benar
Baca
+Pustaka
Dinikahi Profesor Galak

Dinikahi Profesor Galak

ucap Zein. Intan mengulum senyuman. "Emangnya panggilan yang lain gak benar?" ledeknya. "Bukan begitu. Tapi menurutku Ayah dan Ibu itu memiliki makna tersendiri. Entah, aku pun tidak bisa menjelaskannya. Mungkin karena lebih formal." "Dasar Profesor! Semuanya harus sesuai kaidah," ucap Intan. "Ya iya, dong. Sebagai Profesor, aku harus memberi contoh yang baik dan benar," sahut Zein, bangga.
9.985.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai penulisan profesor yang benar
Baca
+Pustaka
Bimbingan Terlarang Dosen Gay

Bimbingan Terlarang Dosen Gay

"Mempertimbangkan presentasi, penguasaan materi, dan penulisan..." Hening sejenak. Adrian sengaja menggantung kalimatnya. Kebiasaan buruk dosen killer. "...kami menyatakan Saudari Adara Fredella Ulani, LULUS dengan predikat A." Dara menutup mulutnya, menahan pekikan bahagia. "Alhamdulillah..."
108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 308 kali sebagai penulisan profesor yang benar
Baca
+Pustaka
Dosen Galakku, Suami Rahasiaku

Dosen Galakku, Suami Rahasiaku

Dia duduk lebih dulu, lalu mengambil proposal Jingga yang tadi tergeletak di meja. Dan seketika wajahnya berubah. “Latar belakang kamu betele-tele. Paragraf pertama sampai ketiga isinya muter-muter. Intinya di mana?” Jingga mengerjap. “Kan saya jelasin dulu fenomenanya, Prof—” “Fenomena itu bukan curahan hati.” “Lho?” “Kamu pakai kalimat opini terlalu banyak. ‘Menurut penulis’,’penulis merasa’,’penulis beranggapan’... kamu sedang menulis skripsi bukan diary.”
1063.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai penulisan profesor yang benar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status