Takdir Yang Tertunda
Nggak perlu, itu hanya akan mengulur waktu saja," timpalnya, tapi aku yakin siapapun yang nelpon itu, sudah bisa mendengar setiap pembicaraan kami.
******
Terdengar di seberang telpon teriakan memanggil namaku. Aku yakin itu adalah suara Ray, beberapa menit yang lalu. Untuk beberapa menit ke depan jaringan telpon sudah terputus.
Dattan dengan tergesa mendorong koperku dan kopernya, keluar dari apartemen.
"Sebenarnya, kita ini mau kemana?" teriaku dari belakang. Gesture tangan Dattan mengisyaratkan supaya aku cepat ke mobil. Aku mendengus kesal.
"Sebenarnya, kita ini mau kemana?" Aku mengulangi pertanyaanku yang belum ada jawabannya.
"Korea!" jawabnya singkat.
Hot Chapters