Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
The Architecture of Us

The Architecture of Us

Kota ini kembali ke ritme biasanya, seolah tidak pernah terjadi badai besar yang menghancurkan sebuah toko tanaman kecil bernama Amerta Green. Hidup berjalan terus, memaksa dua orang yang sempat melanggar batas jarak dua meter itu untuk kembali ke garis hidup mereka masing-masing. Menjadi orang asing yang berpura-pura tidak pernah saling memedulikan. Di pusat kota, gedung mentereng Dirgantara Landscape & Architecture masih berdiri kokoh.
233 viewsOngoingAdded to Library 6 Times as people like us
Read
+Library
Twilight of Us

Twilight of Us

Ketika mereka dijemput di rumah Nathan dan Sarah sambil menenteng kotak berisi kue bluberi, lalu mereka akan memakannya bersama. “Ya. Dan kau selalu mengincar bagian yang memiliki banyak bluberi,” balas Jayden dengan tawa ringan. Mereka membeli beberapa roti untuk dibawa, tentu saja semua kegemaran dari orang rumah. Mereka melanjutkan perjalanannya dalam diam. Joylin melamun melihat keluar jendela, kendaraan yang melintas, sepasang kekasih yang jalan bersama, dan juga keluarga kecil yang tampak bahagia.
879 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as people like us
Read
+Library
The Line Between Us

The Line Between Us

Meskipun begitu, tetap saja ada tiga orang yang terlihat santai, cengengesan, dan bersenda gurau dengan teman mereka. Sebagai makhluk hidup pemakan segala, saat ini Mia merasa sangat bersyukur sekali. Karena menurutnya makanan itu hanya ada dua jenis rasa, yaitu enak dan enak banget. Jadi tidak ada makanan yang Mia tidak sukai. "Huuffh." Mia mengelus dada. "Kenapa Mia, keselek?" tanya Indira. "Hehe, enggak. Enggak apa-apa, kok."
103.6K viewsOngoingAdded to Library 108 Times as people like us
Read
+Library
We Are

We Are

Mungkin selamanya Revan akan menganggapnya manusia yang tidak punya beban. Kevin selalu mudah tersenyum, membuat orang-orang selalu melihatnya sebagai orang yang ceria. Tapi ternyata orang seperti Kevin juga punya masalahnya sendiri. Memang benar setiap orang itu punya masalah pribadi, tapi orang seperti Kevin, yang hanya menceritakan masalahnya pada orang tertentu saja, membuatnya terlihat tidak memiliki beban di mata orang lain. Dan Revan kagum dengan itu. Kevin bukanlah orang yang suka mengumbar masalahnya untuk menarik simpati. Padahal ia adalah anak yatim-piatu, tapi ia tidak pernah mengemis simpati.
106.4K viewsCompletedAdded to Library 154 Times as people like us
Read
+Library
Take Me Back to Switzerland

Take Me Back to Switzerland

Marsha selalu menginginkan dirinya untuk kembali pada Haris. Sometimes, we never know who we will hang with. Many people come and go from our lives. In fact, there are times when we don't have anyone by our side when we need them. The person who will really help us out of a problem is basically ourselves. If no one can help us, then we have to help ourselves. Humans always coexist but humans will not always coexist. The point is, people who are always sided by side with us will not be side by side forever.
107.1K viewsCompletedAdded to Library 142 Times as people like us
Read
+Library
The Moment Of Us

The Moment Of Us

sebenarnya ada satu orang lain, namanya Ali, tapi sekarang kami tak tahu dia ada di mana. Selain itu, aku juga tidak punya banyak teman di sini. Culture mereka yang individualist membuat aku yang pemalu ini selalu saja tambah malu untuk memulai berteman terlebih dulu. Karena kami masih punya cukup waktu luang, aku dan Ai memutuskan untuk pergi ke restoran arab yang berada tak jauh dari kampus yang memang merupakan langganan kami selama berkuliah di sini. Alasannya, tentu saja karena pilihan makan kami amat terbatas. Memang ada kantin kampus, dan akan lebih nyaman sebenarnya jika kami makan siang di kampus, tapi masalahnya, terkadang mereka menyajikan babi, yang mana kami tidak bisa makan, ja
102.6K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as people like us
Read
+Library
Me and You

Me and You

Namun, hanya dibatasi dengan kaca sehingga pengunjung bisa menikmati nuansa segar dari semua tumbuhan yang ada di taman tersebut. Pria itu hanya menurut dan mereka pun duduk berhadapan. Mulai membuka lembaran putih yang dibawa oleh masing-masing. Ica membuka dengan pertanyaan, “Kak, ini kita mau bikin materi tentang apa?” “Gimana kalo kita ngadain observasi pada pengepul barang bekas,” jelas pria dihadapannya. “Alasannya?” Mendengar pertanyaan dari Ica, pria itu menjawab dengan serius, “banyak orang yang masih menganggap remeh sampah, dengan ini gue berharap kita bisa mendapatkan hal yang bermanfaat untuk banyak orang.”
1.9K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as people like us
Read
+Library
Someone Like You

Someone Like You

tanya Randi pada salah satu temannya yang hanya memesan kentang krispi. "Iya lah gue kalau makan enggak ribet yang penting harganya murah dan bikin kenyang," sahut Adi sambil tertawa. "Parah emang Lo enggak ada niatan banget buat mensejahterakan ni kantin," ujar Randi sambil mengambil salah satu kentang krispi milik Adi.
106.0K viewsCompletedAdded to Library 126 Times as people like us
Read
+Library
Our Promise

Our Promise

sungut Nana. "Aakh!! Betapa kejamnya kau pada pria tampan sepertiku, hm?" Nana mengerucutkan bibirnya, mengabaikan keluhan dan ocehan Juna. "Ahahaha tersenyumlah!" Juna menarik kedua sudut bibir Nana, membentuk sebuah senyuman. "Nah, begini kan bagus! Kau harus tersenyum jika ingin terlihat cantik, Nana!"
8.92.9K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as people like us
Read
+Library
Red in Us

Red in Us

Langit sudah gelap saat dua orang berseragam itu keluar dari perpustakaan kota. Keduanya lantas mendesah saat merasakan perut masing-masing mulai melancarkan aksi protes. “Gara-gara lo gue harus kelaparan,” protes Katha. Rabu menoyor kepala Katha pelan. “Setidaknya otak ini harus dipakai sesekali biar nggak aus.”
1018.4K viewsCompletedAdded to Library 534 Times as people like us
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status