We Are
“Tentu saja kita akan selalu bersama.”
Revan, yang sedari tadi diam, akhirnya ikut berbicara. Dengan suara tenang, ia berkata, “Itu sudah cukup.”
Angin berhembus lembut, menemani percakapan mereka yang mulai berdiskusi tentang rencana liburan nanti. Ada banyak tempat yang ingin mereka datangi bersama setelah berhasil lulus dari sekolah ini.
Mereka terus membicarakannya bahkan sampai membuat janji temu untuk melanjutkan pembicaraan liburan itu ketika sudah waktunya mereka pulang ke keluarga masing-masing.
Hot Chapters