Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Perfect CEO

Perfect CEO

Berlian semakin tenggelam dalam alunan gemericik air yang merdu, napas gadis itu lambat laun teratur. "Tidak ada manusia yang harus sempurna melakukan sesuatu. Rasa perfectionist hanya timbul pada orang-orang yang butuh pengakuan. Kamu mau diakui orang lain hebat, kamu yang akan lelah, kamu yang akan capek, merasa frustasi kala kamu tidak bisa sempurna. Padahal kamu bisa bahagia dengan diri kamu sendiri." "Bangkit, Berlian. Keluar dari segala kesempurnaan yang harus kamu lakukan!"
1017.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 655 kali sebagai people better than me
Baca
+Pustaka
Happier

Happier

Namun tetap saja klub Cheerio Selalu dipandang bawah. "Kalian perlu memperluas wawasan. Ini bukan soal penggalangan dana konyol." Camilla, membawa setumpuk buku di dada, yang tampak ceria datang bersama Kurt. Setiap orang di Klub Cheerio tahu mereka butuh Rachel---Suaranya benar-benar indah, dan ia tahu lebih banyak tentang seni dan pertunjukan dari yang lainnya. Tapi ia juga orang yang bisa membuat sinting orang-orang di sekelilingnya. Mungkin karena kebiasaan. Buruk Camilla yang selalu menunjukan kelebihannya sambil menunjukan kekurangan orang lain, dan mungkin itu penyebab terbesar mengapa dirinya Broke up dengan Shawn.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai people better than me
Baca
+Pustaka
Beyond My Pride

Beyond My Pride

tukas Aurel yang tidak ingin disalahkan atas keisengan yang baru saja ia lakukan. “Tetap saja. Mungkin tidak sepertimu, Razka baru saja mendapatkan semuanya setelah kehidupan keras di jalanan. Biarkan dia menjadi manusia baru yang mungkin punya tujuan hidup. Jangan hanya karena kesal, kamu membuatnya hilang arah lagi. Setidaknya, jangan menjatuhkan orang lain yang mencoba untuk bangkit,” ungkap Mikey bijak.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai people better than me
Baca
+Pustaka
Hidup Rata Yang Mulai Bergelombang

Hidup Rata Yang Mulai Bergelombang

Ucap Naomi kepadaku, meluapkan segala isi hatinya. “Hmm... tapi aku pun sama sepertimu. Aku juga orang yang tidak bersyukur dengan apa yang aku punya. Aku adalah orang yang mengingini sesuatu yang tidak kamu ingini. Aku malah begitu ingin jadi orang sepertimu, Naomi. Jadi anak populer yang selalu menjadi pusat perhatian banyak orang. Hidup orang-orang sepertimu tampak begitu berwarna dan bergejolak bagiku. Aku iri, aku bosan dengan kehidupanku yang tampak sangat biasa-biasa ini. Aku sering merasa bahwa aku ini hanya sebagai figuran di dunia ini, dan kalianlah para pemeran utamanya. Hmm... namun seketika aku sadar setelah mendengar perkataanmu tadi. Ternyata... ini hanya masalah sudut pandang
4.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 163 kali sebagai people better than me
Baca
+Pustaka
Please Me, Dear Boss

Please Me, Dear Boss

“Kenapa, sayang? Nak Gavin biasanya selalu baik. Apa dia bikin kamu kesel?” Kanaya menarik napas dalam-dalam. Dadanya terasa sesak. Ia tahu betul betapa ibunya menyukai Gavin. Lelaki itu memang selalu tampil sempurna di depan orang tuanya—sikapnya sopan, kata-katanya manis, selalu tahu cara mengambil hati. Bahkan dirinya sendiri sudah tertipu oleh semua itu. “Enggak, Ma,” jawab Kanaya cepat. “Aku cuma nanya aja.”
10654 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai people better than me
Baca
+Pustaka
Please Let Me

Please Let Me

“Benar.” “Gila. Jangan bilang itu karena ulahmu?” tanyanya secara spontan. Reivant yang mendengar itu hanya tersenyum-senyum. “Wah, sikap brengsek yang tertanam dalam dirimu ternyata sangat luar biasa. Padahal, dulu Vanilla terkenal sebagai orang paling baik dan pintar di kelasnya,” ucap pria yang berada di sebelahnya lagi. ***
3.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai people better than me
Baca
+Pustaka
Me and You

Me and You

kata Alfa sembari menyetir. Humaira mengerucutkan bibirnya mendengar pernyataan sang kakak. Kakaknya ini mengganggu saja, padahal kan mereka tidak mengajaknya berbicara. “Kakak tuh yang suka kepedean akut, orang belum dipuji aja udah kepedean sendiri apalagi dipuji. Jangan sampai deh Kak Annisa kasih pujian ke Kak Alfa. Kalo aku mah gak pernah kepedean cuma menghargai pujian aja sih,” gerutunya lalu menjulurkan lidahnya ke arah sang kakak. Alfa tersenyum melihat tingkah adiknya yang tidak ada malu-malunya di depan orang baru, sikapnya ini tidak bisa melihat situasi dan kondisi.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai people better than me
Baca
+Pustaka
Let Me

Let Me

ujar Mario mengambil langkah, mengikis jarak. "Itu tekadmu, tapi tekadku berbeda, sorry." God! Maria memang lawan Mario, dan entah sejak kapan si pria sudah berdiri di depan Maria yang baru memakai pakaiannya. "Maka ayo kita lihat tekad siapa yang akan tercapai," bisik Mario. Oh ya, mereka menyenangkan!
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai people better than me
Baca
+Pustaka
Perfect You

Perfect You

kata David. “Dia tidak akan mempermasalahkan kekuranganmu. Lagipula, aku yakin semua orang sebenarnya sempurna dan unik dengan kekurangan dan kelebihannya. Tidak ada yang paling baik, lebih baik, atau lebih istimewa, atau biasa saja” “Tapi, setiap orang punya selera bukan? Mungkin waktu itu aku bukan selera Arga, karena itu dia memperlakukan ku seperti itu. Dan sayangnya, Arga itu cinta pertamaku” ucap Freya.
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai people better than me
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status