Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Senja Pertama

Senja Pertama

Kabar baiknya, mereka akan menjadi donatur untuk panti agar panti tak ditutup. Semuanya senang, termasuk Nana. Lelaki yang lebih tua mengulurkan tangannya ke Nana yang dari tadi belum dia sapa. “Saya Rama dan ini anak saya Danang. Saya tau semua info tentang panti dari Danang, yak an Nang?” Remaja di sebelah orang bernama Rama juga mengulurkan tangan. “Danang, teman satu sekolah kamu. Kelas 10 IPS 1.”
7.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 302 kali sebagai perantau
Baca
+Pustaka
Memar Termanis

Memar Termanis

“Auntiemu kuat. Dan apa pun yang terjadi, kita akan melewatinya bersama.” Dk menoleh perlahan, menatap Rean dengan mata yang berkaca-kaca. Meski tak ada senyuman, sorot matanya sedikit melunak. Ia mengangguk kecil, meski tidak yakin pada kata-kata Rean, namun kehadiran sahabatnya itu membuatnya merasa sedikit lebih tenang. **** 📍J&T Entertainment -Ruangan Presidir-
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai perantau
Baca
+Pustaka
Penantian Yang Tak Kunjung Kembali

Penantian Yang Tak Kunjung Kembali

Akhirnya, hanya berubah menjadi, “Nggak apa-apa, ibu akan selalu menemanimu.” Joel pun tak bertanya lagi. Dia mengambil topi ulang tahunnya. “Ibu, tolong pakaikan untukku.” Aku mengangguk. Saat hendak memakaikannya, mataku tak sengaja melihat postingan baru Luela. [Hari ini sangat luar biasa. Aku sangat menyukai hari ini.]
55.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai perantau
Baca
+Pustaka
Pulang

Pulang

Beberapa waktu berlalu, semua sudah selesai, barang-barang yang tadi dibawanya dari rumah sudah terlebih dulu dibawa pulang oleh sang putri. Bu Retno memikul sayuran itu di punggung, langkah kecil wanita paruh baya itu mulai menelusuri lereng. Sesekali dia tampak berhenti, menghela nafas yang semakin terasa sesak. Wanita itu mengangkat kepalanya ke atas langit, menghembuskan nafas yang tertahan dan kembali melangkah. Desa Ranu Pani, sebuah desa yang nyaman untuk ditinggali, udara yang sejuk lingkungan yang terjaga mengundang banyak orang untuk datang berkunjung ketempat itu.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai perantau
Baca
+Pustaka
Bulu Perindu

Bulu Perindu

Pemuda itu melangkah membelah deretan mobil yang terparkir menuju pintu utama gedung Pesona Graha. Seorang pria berpakaian formal mengenakan tanda pengenal panitia menghadang langkah David. Tangan kanannya menggenggam alat pemindai yang terhubung dengan monitor layar datar di belakangnya. David menyodorkan barcode yang diberikan Anjani tadi malam. Pria itu memindai dan segera terlihat dimana slot tempat duduk David.
108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 186 kali sebagai perantau
Baca
+Pustaka
Catur Rogo

Catur Rogo

pinta Asep karena tak nyaman di posisi itu. Pethak kembali ke posisi semula. Ia kembali menoleh dengan tatapan tajam. "Auramu sangat kuat. Pagari dirimu agar tak membuat mereka tertarik," pesan Pethak dan menghilang. "Aura? Karena gue ganteng kali, ya," kekeh Asep sepeninggal Pethak menghilang. ***
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai perantau
Baca
+Pustaka
MENANTU PILIHAN MAMA

MENANTU PILIHAN MAMA

kata Ardana “Nggak papa, Pak. Lagipula kami tidak menunggu kalian begitu lama.” Cukup lama kedua keluarga tersebut saling diam sampai akhirnya Riza membuka suara terlebih dulu. “Boleh dibicarakan sekarang, Pak?” Ardana mengangguk sembari tersenyum tipis. “Silahkan, Pak!” “Justin!” panggil Riza “Kenapa, Pa?”
816 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai perantau
Baca
+Pustaka
PULANG KAMPUNG

PULANG KAMPUNG

Tak perlu ada yang ditakutkan, karena kami memang tak bersalah dalam hal ini. Kami sangat yakin akan kuasa Allah. Meski beberapa minggu terakhir kembali banyak hujatan, tapi kami yakin kebenaran akan menemukan jalannya sendiri. Kami pun percaya, serapat apapun menyimpan bangkai, esok atau lusa akan tercium aromanya juga. Tak perlu khawatir. Ada DIA yang tak pernah terlelap dan tersilap. "Bagaimana Ningrum, Huda. Kalian bisa menjelaskan dan membuktikan pada kami semua jika kamu memang tak piara tuyul?" tanya Pak RT memulai pembicaraan setelah warga banyak yang berkumpul.
10100.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.6K kali sebagai perantau
Baca
+Pustaka
BENALU

BENALU

BERANTAKKAN. Next?
9.949.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai perantau
Baca
+Pustaka
Keperkasaan Sang Mertua

Keperkasaan Sang Mertua

Dia adalah ayah mertuaku! Aku menggigit bibirku, dengan wajah canggung aku menoleh ke belakang melihat ayah mertua yang wajahnya memerah. Dengan suara kecil aku berkata, "A... Ayah, ini... aku Anna." Setelah mendengarnya, wajah ayah mertua menjadi pucat pasi. Dia mundur beberapa langkah dengan cepat, lalu menarik ritsleting celananya sambil tertawa kikuk.
197.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.3K kali sebagai perantau
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status