Hajatan di Rumah Ibu
“Sudah siang, Nak. Lagi pula, kita harus sholat Dzuhur dulu. Nanti kita sholat berjamaah di rumah saja ya, bareng Ibu!”
Adnan langsung mengangguk. “Iya, Bu. Sholat di rumah aja nggak apa-apa, kok,”
Sementara Malik dan Ami hanya menatapku dengan raut bingung, mungkin mereka heran mengapa aku melarang mereka pergi ke mushola harini. Padahal biasanya, aku selalu mendorong mereka untuk sholat berjamaah di sana. Tapi, kali ini berbeda.
Hot Chapters