Sehangat Dekapan Mantan
Keringat tipis mengumpul di pelipis, tersembunyi di balik penutup kepala.
“Pak, tarik napas pelan-pelan,” ucap Raya lembut, suaranya stabil meski teredam masker. “Sebentar lagi selesai.”
Tangannya bergerak presisi. Tidak ada gerakan terburu-buru. Setiap langkah dilakukan dengan perhitungan matang, membuka jaringan yang meradang, mencabut gigi yang menjadi sumber infeksi, membersihkan sisa jaringan yang berpotensi memicu komplikasi. Perawat di sampingnya sigap menyerahkan alat, seolah sudah membaca kebutuhan Raya sebelum diminta.
Hot Chapters