Kesempurnaan Cinta
tanyanya seraya berjalan mendorong troli, mengikuti pergerakan Anisa yang sedang memilih sayuran lainnya
Anisa mengangguk, meski wajahnya tidak ia tunjukan kepada Satria, laki-laki itu sudah bisa tahu, jika Anisa sedang menampilkan wajah sedihnya disana
“Tapi kalo kamu gak ngizinin gak pa-pa,” Anisa mengerti, jika apa yang dibicarakan Sartia tidak pernah salah, hanya dirinya saja yang terlalu kekeh dengan keingannya, kadang Anisa terlalu fokus meraih apa yang diinginkannya, sampai dia lupa jika keinginan itu baik atau enggak kedepannya. Dan lagi-lagi Satria yang selalu menuntunnya, untuk tidak tersesat dalam kubangan penuh akan kehancuran
Hot Chapters