SELIR HATI
“Permaisuri, Baginda mungkin hanya khilaf.”
“Apa katamu, khilaf?” Dias memotong cepat, nadanya naik sedikit. “Kalau seseorang menulis surat sepanjang itu dengan penuh perhatian, itu bukan khilaf, Mira. Itu kesadaran. Kesadaran bahwa dia peduli pada orang lain, bukan aku.”
Mira seketika menunduk. Tak ada yang bisa ia katakan untuk membantah. Semua orang di istana tahu, perhatian Raja David memang perlahan bergeser.
Hot Chapters