ISTRI PERTAMA SUAMIKU
ISTRI PERTAMA SUAMIKU 22
Aku terbangun di suatu pagi yang dingin, dimana titik-titik gerimis tampak di balik kaca jendela. Suara dengung AC membuatku ingin sekali menarik selimut hingga ke kepala, seperti yang dulu sering kulakukan di rumah. Rumahku terletak di kaki gunung yang dingin, tiga jam perjalanan dari pusat kota Bandar Lampung, dimana sayur sayuran menjadi pusat kehidupan dan penghidupan bagi masyarakatnya. Di kampung halaman yang aku cintai itu, aku lahir dan dibesarkan. Lalu, aku merantau ke kota ini, terjerumus di lembah nista karena imanku tak cukup kuat melihat godaan barang mewah dan kehidupan bergelimang harta. Kemudian, keinginan agar adikku tak mengalami nasib sama, menjadi