Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mantan Suami Ingin Cintaku Kembali

Mantan Suami Ingin Cintaku Kembali

—POV Serena Kini hari sudah memasuki sore. Entah kenapa aku baru merasakan gejala orang hamil sekarang-sekarang ini. Kata dokter usianya sudah 8 Minggu. Dan di 8 Minggu belakang aku hanya merasakan mual saja. Ya, aku kira hanya mual biasa karena masuk angin sebab aku pun tidak merasakan ada yang berbeda dari dalam tubuhku.
1025.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 909 kali sebagai peri
Baca
+Pustaka
Tawanan Cinta Sang Penguasa

Tawanan Cinta Sang Penguasa

“Empat minggu… itu yang mana, ya? Ukurannya seperti apa sekarang? Kacang? Kismis?” “Kacang hijau” jawab Hiriety datar, sambil melepaskan pelukannya pelan. “Dan dia belum punya jenis kelamin yang kelihatan di USG. Jadi tahan dulu hasratmu mau beli baju tempur warna biru atau pink.”
1014.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 450 kali sebagai peri
Baca
+Pustaka
HASRAT MEMBARA DOKTER TAMPAN

HASRAT MEMBARA DOKTER TAMPAN

Saat sedang mengeringkan rambut, ponselnya berdering. “Halo Bu, apa kabar?” sapa Renita ceria. “Ibu baik, Nak. Kamu gimana? PCOS-mu gimana perkembangannya?” suara Dina hangat. Renita duduk di tepi ranjang. “Udah lumayan, Bu. Sekarang lagi mens… tadi sempat sakit perut setelah pulang joging, tapi nggak separah biasanya. Semoga kalau mensnya lancar terus, cepat sembuh.”
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai peri
Baca
+Pustaka
Dibeli oleh Pangeran Milyarder

Dibeli oleh Pangeran Milyarder

"Ya, aku tidak pernah mundur satu hari pun." "Kalau begitu, yang kutahu adalah kau belum menstruasi setidaknya beberapa bulan. Dan itu yang kuperhatikan." Grayson membilas kain dan menempelkannya pada dahi Ari lagi. "Kau sering sakit ... terutama di pagi hari dan larut malam." Ari menghela napas. Meski, dia tidak ingin Grayson melihatnya seperti ini, rasa dingin dari kain terasa menenangkan. "Bisa jadi karena penyesuaian dengan Estrea."
1.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai peri
Baca
+Pustaka
Memory

Memory

"Apa di antara kalian ada yang tahu?" Mereka berlomba mengeluarkan ponsel, sepertinya mereka mencari berita tentang Aksara di media online. "Tidak ada berita pernikahan," sahut Dee, perempuan dengan kemeja hijau tua dan anting besar. "Di I*******m ada." Seorang perempuan berambut bob memperlihatkan ponselnya pada Soraya.
107.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 182 kali sebagai peri
Baca
+Pustaka
MEMORY

MEMORY

Celetuk Danis. "Terima kasih atas pujiannya." Balas Jordan masih dengan senyuman hangat di wajahnya. Membuat banyak anak perawan yang mimisan, kesurupan mendadak, pingsan, bahkan sampai serangan jantung mendadak. Lebay emang.
9.93.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai peri
Baca
+Pustaka
Why

Why

Semua orang dalam ruangan itu hanya bisa terdiam, dan mengikuti apa saja yang akan terjadi. 'Jadi, Jaden sudah tahu tentang kehamilanku? Bagaimana bisa dia tahu, karena selama seminggu ini aku sama sekali tidak pernah pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kandunganku yang baru memasuki trimester pertama,' batin Sania binggung. Ketika Sania dalam kebingungan, terlihat Devan mulai menceritakan tentang semua yang terjadi antara dirinya dan Sania.
1014.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 436 kali sebagai peri
Baca
+Pustaka
Me

Me

Meski Rebin meyakinkan kalau itu bukan kesalahan Lea, Lucia bersihkukuh untuk tidak membiarkan Rebin mengajak Lea agar tinggal dirumahnya. Lea menjalani aktifitasnya seperti biasa, Lea memiliki paras yang cantik dengan tubuh atletis dan enchepalon yang memiliki DHA luar biasa. Dia benar-benar gadis luar biasa dengan ingatan sempurna. Setidaknya begitulah yang dilihat Rebin kala itu. Ya, Rebin tidak salah, karena Lea memang gadis yang seperti itu. Meski sebenarnya dia memiliki Short Memory Syndrome. “ Nyonya, Waktunya makan.” Sahut seorang pria yang mengetuk pintu kamar Lea. Dia memanggil Lea dari luar pintu kamar.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai peri
Baca
+Pustaka
Pesona Sang Peri

Pesona Sang Peri

“Kumohon, hentikan, Arnor.” Peri itu tak mau berhenti. Tangannya menahan tengkuk Fjola. Dia mengecup lekukan di leher gadis itu, di area sensitifnya. Hal itu membuat tubuh Fjola bergelenyar. Mendadak, akal sehatnya tertekan oleh gairah. Pertahanannya ambrol. Ia tak dapat menolak peri itu lebih lama lagi. Ia mengerang saat sang peri memainkan lidahnya.
109.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 306 kali sebagai peri
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status