Lelaki Pilihan Surga
“Sesungguhnya di hadapan Allah, pembeda kita hanyalah pada tingkat takwa, Jar. Semua punya masa lalu. Namun, kamu sekarang pada kehidupan yang berbeda. Fajar Bimantara, pria baik, taat, dan pekerja keras. Kamu jangan selalu merendahkan dirimu sendiri.”
“Tapi, itu tidak cukup Kei, untuk aku, mampu berdiri dihadapan kedua orang tua Citra. Satu-satunya wanita yang bertahta lama, menjadi penghias doa-doaku, di setiap sujudku, bertahun-tahun.”
Bulir-bulir itu, semakin jelas menghiasi.
“InsyaaAllah, selagi kita menjaga harapan, terus berusaha, semua akan berakhir indah, Fajar.”
Sikat na Kabanata