Putra Naga Pangeran Yang Terbuang
ucap Aprilia menyemangati Aryanaga, “kau tak perlu khawatir, ayahmu yang menginginkan ini. Nyawanya tidak akan sia-sia. Ia bangga melatih anaknya untuk terakhir kali. Ia juga akan bangga kalah di tangan anaknya.”
Aryanaga memejamkan mata sejenak. Dia mengepalkan tangannya dengan erat, lalu ia hantamkan tinjunya ke tanah. Pukulan kerasnya menghancurkan lantai tempat ia berdiri. Matanya terbuka lagi, ia saksikan ayahnya sudah berdiri siap untuk bertarung.
“Ayah, maafkan aku,” kata Aryanaga, “aku akan sungguh-sungguh bertarung.”
ตอนยอดนิยม