Ahli Waris
tanyaku memastikan.
Ben memegang kepalanya. Dia sejenak berpikir, dan akhirnya berkata, “Maksudku, aku berharap kita bisa berhasil dan tidak ada masalah. Karena Surti semakin kejam, bahkan lebih kejam dari kalian. Dia mengancam akan mengiris telingaku dan membuat menjadi semur daging bule. You know, im shock. Oh my …” Ben menepuk jidatnya kembali dan merebahkan tubuhnya yang lemas. Aku dan Rahman menelan saliva. Surti dari dulu memang tomboy, preman, dan bahkan aku bersama Rahman kalah jika berkelahi dengannya. Dia selalu memenangkan pertandingan karate se Jogjakarta. Keahliannya dalam seni bela diri sangat luar biasa. Makanya aku takut saat Cinta mendekat. Takut kena gibeng!
Hot Chapters