Pesugihan Genderuwo
Ratih mengangguk pelan, menyimpan kertas itu di dalam tasnya.
Tiba-tiba, perut Ratih terasa sakit, seperti ada sesuatu yang menghimpitnya dari dalam. Namun, ia hanya diam, menahan rasa sakit itu tanpa memberi tahu Kyai Ahmad. Tangannya refleks memegang perutnya—keras, tegang, dan terasa seperti ingin meledak.
‘Aduh! Kenapa perutku sakit lagi?’ batinnya menggerutu, namun wajahnya tetap berusaha terlihat tenang.