MENJADI ISTRI USTADZ KAMPUNG
“Dulu kamu terus mengungkapkan semua mimpi-mimpimu padaku, bahkan kamu dengan sangat lugas pernah mengatakan jika kamu membutuhkan seorang pendamping sepertiku, seseorang yang penuh dedikasi, dengan keilmuan yang baik, demi bisa memberikan bimbingan pada para penduduk.”
Kini tatapan Hanum menjadi kian tegas.
“Apa kamu lupa kalau kamu pernah mengatakan semua itu padaku?”
Hanum kemudian menarik nafas panjang.
“Aku bahkan masih ingat saat itu aku sedang membaca kitab Ihya Ulumuddin, karya Imam Ghazali, sosok yang kamu kagumi itu, kamu sempat mengatakan jika untuk menjadi pendidik, kita harus mendidik hati kita terlebih dahulu, kebersihan hati dan niat adalah hal yang utama, seperti yang sudah d