DALAM DEKAP LUKA
Ghaidan menarik pinggang Hyra lebih merapat, menghapus jarak fisik yang selama ini selalu menjadi dinding yang tidak kasat mata di antara mereka.
Aroma maskulin dari parfum cedarwood dan vetiver yang menguar dari tubuh Ghaidan memenuhi indra penciuman Hyra, membuatnya sedikit mabuk kepayang tanpa perlu menyentuh anggur Barolo di meja mereka.
"Kamu yakin ingin dilihat banyak orang seperti ini, Mas?" bisik Hyra, mendongak menatap rahang tegas suaminya.
"Biarkan saja," jawab Ghaidan dengan suara baritonnya yang serak dan dalam, "biar mereka melihat seorang pria yang akhirnya bisa bernapas setelah tenggelam sekian lama."
Hot Chapters