Cinta Terlarang Sang Mafia
Isabella langsung masuk kamar, meletakkan tasnya ke atas meja lalu merebahkan tubuhnya ke atas kasur, ia mungkin akan mengistirahatkan tubuhnya sejenak sebelum mandi.
Iris amber yang berbinar itu menatap ke langit-langit, bergerak pelan seolah mencari sesuatu di atas sana, sekian detik kemudian, helaan napas keluar dari bibir cantiknya. Tangannya tergerak berpindah ke atas perutnya, mengusapnya pelan. "Setelah bertemu Leo, aku jadi tidak sabar untuk melihat kau lahir ke dunia nak," gumamnya namun tiba-tiba raut wajahnya menjadi sendu. "Walaupun keluarga kita nanti tidak lengkap, mama harap kau tidak terlalu sedih ya sayang." Isabella berusaha tersenyum walaupun hatinya kembali perih setelah
Hot Chapters