Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
FREL.

FREL.

Seperti ada emosi yang masih tertinggal di tiap kata dan pancaran sinar matanya. Kutarik napas panjang. Sesak kurasakan menghimpit dadaku. Berbagai macam pikiran berkeliaran di kepala, seolah-olah mereka berlomba-lomba menyerangku dengan hal-hal yang ..., argh, aku tak tahu. Aku bingung harus menjabarkan seperti apa. Pikiranku benar-benar kalut. Semua karena aku. Semuanya!
9.426.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai pikiran kalut
Tampilkan Ulasan (46)
Baca
+Pustaka
Pengelana Tersesat
Ceritanya seru, tapi sekedar saran, perlu koreksi cara promosi. Lebih halus dan sopan ke Author. Takutnya promo kaya biasanya bakal bikin masalah di masa depan. Tapi, klo mau lanjut juga silakan. Saya yang tersesat hanya mengingatkan agar hanya saya seorang yang tersesat
Nisa Nurpasa
Mampir juga yuk ke novel 'Menikahi Gadis Desa' ... Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi alasannya. Akankah Sarah bahagia bersama pasangannya kelak? Atau hanya p
Baca Semua Ulasan
Menantu Terkuat Sang Presiden

Menantu Terkuat Sang Presiden

batinnya ketika melihat-lihat pemandangan kota. Baru kali ini Kal betul-betul memperhatikan keadaan kota yang menjadi tempat tinggalnya itu. Meski asing dengan keadaan itu namun memori yang ada di dalam tubuh barunya itu cepat menyesuaikan dengan pengetahuan yang ada di dalamnya. “Cantik-cantik mencuri! Masih sehat begini mencuri! Dasar otak maling!” Terdengar suara bentakan perempuan marah-marah. Kal yang saat itu sedang berada di supermarket tertarik perhatiannya ke arah keributan. Ia pun berjalan perlahan ke sana.
109.3K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 352 kali sebagai pikiran kalut
Baca
+Pustaka
Selìni

Selìni

"Huh? Apa hubungannya?" "Pheromone mereka tidak mengenakkan kubilang, dalam artian pekat dan campur aduk membuat pusing. Seperti mereka sedang masa Rut." Itu bukan hal baik. "Sial, kenapa mereka tidak berpikiran untuk berdiam diri di goa atau melakukan hal lain. Sudah jelas Rut tak mudah ditangani," Calum mendecih, tak habis pikir. Mengingat dirinya bahkan pernah merantai diri sendiri agar tidak kelepasan hilang akal di siklus Rut pertama.
902 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai pikiran kalut
Baca
+Pustaka
Menikah Dadakan dengan Mantan Crush

Menikah Dadakan dengan Mantan Crush

Monolog Kalila. Kebiasaan Kalila adalah memikirkan masa depan lebih dahulu, dia selalu menyiapkan planning ke depannya agar tidak terkejut dan kecewa di kemudian hari. Dia sudah banyak mendapatkan kekecewaan sejak kecil, untuk itu dia sudah terbiasa dengan semua kemungkinan buruk yang mungkin hadir. Kalila akan bersiap dengan semua kemungkinan yang menyakitkan.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai pikiran kalut
Baca
+Pustaka
Menjadi Ibu Susu Anak Mantanku

Menjadi Ibu Susu Anak Mantanku

sahut Ferdy, menebak pikiran Kalen. “Sayangnya, tidak,” Kalen mengakui dengan suara pelan. Keheningan menyelimuti percakapan mereka untuk beberapa saat. Lalu, terdengar suara tuts keyboard di latar belakang sebelum akhirnya Ferdy berkata dengan nada penuh semangat. “Aku punya ide!” “Ide?” Kalen menaikan alisnya mendengarnya. “Aku akan menemui seseorang yang ahli dalam bidang ini. Dia satu-satunya orang yang mungkin bisa membantu kita.”
1029.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai pikiran kalut
Tampilkan Ulasan (18)
Baca
+Pustaka
Kania Putri
cuma diajaka berjemur aja panik astaga jangan2 dulu rania gak becus ngurus Melvin ini gak usah takut gitu kali Nadya gak culik anakmu. nah sesuai dengan keinginan kamu kan ini mau asi dan tegangan Nadya jadi harus bayar anggap aja Nadya pengaruh anakmu
AlbyMalik
tuh denger nad... pastinya seorang kawan sahabat yg selalu mengiringi hari2 kalen mereka paham gerak gerik bahasa tubuh bahkan bahasa kalbunya si kalen.. dia hanya mencoba menutupi isi hatinya walau dia tidak bener2 mampu mengelabui kawan2nya.. dia hanya berpegang pada gengsi
Baca Semua Ulasan
Kali Ini, Aku Pilih Pergi

Kali Ini, Aku Pilih Pergi

Di karaoke. Sepupuku mengangkat gelas anggur sambil menggodaku, "Aneh sekali! Istri yang selalu berbakti selama 24 jam ini ternyata nggak tinggal di rumah untuk melayani 'Kaisar' dan 'Pangeran Kecil'?" "Apa yang terjadi?" "Anak kecil jangan suka bergosip." Aku tertawa sembari mendorong bahunya. "Lain kali kalau kamu sedang bersenang-senang, jangan lupa untuk mengajakku."
8.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 280 kali sebagai pikiran kalut
Baca
+Pustaka
Tertawan Pesona Mantan

Tertawan Pesona Mantan

Ah, pelik sekali pikiran dalam otakku ini. Seseorang menepuk bahuku. “Ngapain?” “Nunggu lato-lato tumbuh rambut,” jawabku asal. Wisnu terkekeh. “Aku yang mau nikah, kenapa jadi kamu yang gelisah? Deg-degan ya, mau ketemuan sama Kalila?”
1024.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 537 kali sebagai pikiran kalut
Baca
+Pustaka
Kalau Cinta Jangan Gengsi

Kalau Cinta Jangan Gengsi

“Yea, i know. Kalau boleh aku bertanya, sebenarnya suami macam apa yang kamu inginkan. Tipe idealmu?” “Tipe sembilan puluh, minimal tipe empat lima.” “Kamu pikir kamu mau membeli perumahan?” Mereka berdua tergelak bersama. Tidak ada alasan untuk tidak tertawa sebab keduanya bisa berkolaborasi dengan baik. Terkadang Langit memang cukup humoris. Dia bisa menempatkan diri dengan baik. Hanya saja Bulan yang denial sering menjaga jarak dan terlalu berhati-hati dengannya.
3.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai pikiran kalut
Baca
+Pustaka
Cintaku, Berhenti di Kamu

Cintaku, Berhenti di Kamu

Hanya kalimat sederhana, tapi hatinya terasa penuh. Ia menaruh ponsel itu di meja, lalu merebahkan diri. Matanya menatap langit-langit, tapi pikirannya berlarian ke mana-mana. Kenapa harus bertemu lagi sekarang? batinnya berbisik. Ia sudah cukup lelah dengan semua yang terjadi: pernikahan yang hancur, anak-anak yang menjauh, stigma yang menempel erat di pundaknya sebagai seorang janda. Ia berusaha keras untuk tetap berdiri, untuk tetap terlihat kuat.
733 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai pikiran kalut
Baca
+Pustaka
Aku Tak Sepolos Yang Kalian Kira

Aku Tak Sepolos Yang Kalian Kira

ucap Mas Hilman sembari memegang tanganku. Aku menuruti Mas Hilman. Namun langkah kami terhenti karena ucapan Ibu. "Kamu pikir Silvi ini adik siapa Rin! Siapa suamimu sehingga Silvi saja tak kau anggap sebagai Adik! Jika saja kau menganggap Silvi sebagai adikmu sendiri, tentunya kau tak akan keberatan jika Silvi memakai barangmu. Harusnya barangmu juga milik iparmu, karena kau masih makan dan tidur disini! kamu pikir, uang dari siapa bisa membeli semua itu. Dari anakku!" tegas Ibu tak masuk akal. Demi apapun, napasku naik turun karena menahan emosi.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai pikiran kalut
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status